QURAN dan TerJemahan ~ PerHatikan Pesanan Allah dlm KiTabNya ini

AL QURAN

Listen to Quran
~*~*~*Al-Quran OnLine
Showing posts with label PETUA. Show all posts
Showing posts with label PETUA. Show all posts

30 October, 2014

Petua ~ Daging yang lembut

  Selalunya bila anda menikmati juadah yang berasaskan daging seperti rendang dan kari, tentu lebih berselera jika daging tersebut lembut dan empuk. Nikmatnya memang tak terhingga, kan?

cara melembutkan daging black pepper


Justeru itu, kalau anda bercadang nak masak lauk-pauk yang berasaskan daging seperti daging black pepper, kari ataupun rendang daging, berikut ada 5 cara melembutkan daging yang boleh anda cuba;


Cara Pertama:

1. Anda sediakan beberapa helai daun nangka dan bersihkannya dahulu.

imej daun nangka
Gambar hiasan daun nangka - wikipedia.org


2. Kemudian, masukkan saja daun nangka tadi ke dalam periuk bersama dengan daging yang ingin direbus.


Cara Kedua:

1. Anda ambil daun pisang abu dan lapkannya dulu sampai bersih.

2. Kemudian, carik-carikkan daun pisang abu tadi.

3. Lepas tu, masukkan saja ke dalam kuali atau periuk bersama-sama dengan daging yang ingin dimasak.


Cara Ketiga:

1. Anda perlukan setengah atau sebiji pinang tua.

gambar pinang
Gambar hiasan pinang - GoldenAgro.com


2. Kupaskan dan bersihkan pinang tua tadi.

3. Setelah itu, masukkannya ke dalam periuk (kuali) untuk dimasak sekali dengan daging.


Cara Keempat:

1. Cara ini pula khas untuk anda yang nak buat sate daging.

2. Memula, hiriskan dahulu daging tersebut.

3. Seterusnya, lumurkan daging tersebut dengan bahan-bahan perencahnya.

4. Kemudian, bungkuskan daging dengan daun betik.

imej daun betik
Gambar hiasan daun betik - wikipedia.org


5. Biarkannya selama 1 jam.

6. Setelah itu, barulah anda bakar sate daging tadi dan hasilnya daging itu lebih wangi dan empuk.


Cara Kelima:

1. Anda perlukan sebatang tebu. Anda boleh gunakan sebarang jenis tebu yer.

2. Buangkan dulu kulit tebu dan bersihkannya.

3. Kemudian, anda potongkan tebu tadi secara memanjang seruas-seruas.

4. Kalau daging tu nak dibuat rendang, masukkan saja isi tebu tadi bersama-sama dengan bahan-bahan lain untuk penyediaan rendang. Kemudian, masaklah sehingga rendang daging tu empuk.

5. Andainya anda nak buat sup daging pula, rebuslah isi tebu tadi bersama-sama dengan bahan-bahan lain untuk mereneh sup. Isi tebu tersebut berfungsi untuk melembutkan daging dan menambahkan kelazatan sup.

Read more: http://petuasejagat.blogspot.com/2009/08/5-cara-mudah-melembutkan-daging.html#ixzz3HbH4DZ6d

~*~*~*~*~*~*~*~

Terdapat beberapa petua untuk melembutkan daging ketika memasak. Antaranya ialah:

1. Rebus daging bersama satu cawan air kelapa hingga lembut. Kemudian masak seperti biasa.

2. Tumbuk halia dan campurkan sedikit garam. Perapkan bahan ini dengan daging selama anggaran setengah jam. Kemudian bilas dengan air bersih dan masaklah daging itu seperti biasa.

3. Masukkan beberapa ketul ais ke dalam bekas yang berisi daging. Biarkan seketika kemudian cuci. Daging akan cepat empuk.

4. Perap dahulu dgn "cuka buah2an" dlam setengah jam, barulah rebus utk masak seperti biasa.

5. Rebus daging bersama akar daun pandan yang telah dicuci bersih. Kemudian masak daging seperti biasa.

6. Rebus daging bersama daun nangka atau daun betik atau betik Muda yg telah dibersihkan. Kemudian masak daging seperti biasa.

7. Masukkan beberapa keping Tempe, juga boleh utk melembutkan daging, InsyaAllah.

8. Rebus cara perlahan2 dgn api yg kecil dahulu hgga mendidih, selepas mendidih baru besarkan api, memang ajaib juga cara ini. Kita tak "beri kejutan" pada daging tersebut dgn api yg terus besar.

9. Gunakan Periuk "bertekanan tinggi", sudah pasti cepat masaknya, InsyaAllah.

WallahHu'Alam.

Petikkan: http://101petua.blogspot.com/2010/02/petua-lembutkan-daging-ketika-memasak.html

~*~*~*~*~*~*~


Bau hanyir masakan boleh mematikan selera. Cubalah salah satu cara di bawah ini untuk menghilangkan bau hanyir daging atau ayam.

1) Perap daging atau ayam dengan asam jawa, atau perahan limau nipis/kasturi/lemon, atau tepung gandum selama 10 minit. Bilas hingga bersih.

2) Lumur daging atau ayam dengan sedikit cuka masakan dan perap selama sejam. Bilas hingga bersih.

Petikkan: http://101petua.blogspot.com/2010/11/petua-masakan-petua-hilangkan-hanyir.html


. .
~***~Taman Koperasi BENA, IJOK~***~

03 February, 2014

Kalimah Zikir yang ringkas tetapi berat pada timbangan

Bacaan Zikir Yang Ringan Dalam Ucapan Namun Berat Dalam Timbangan

Diantara ucapan-ucapan zikir yang sangat besar artinya bila kita ucapkan adalah lima  kalimat yang dalam al quran dinamakan Baqiyyatush Shaalihaat, yaitu manfaatnya akan terus menerus tiada putus-putus selamanya. Didalam hadist, Rasulullah saw menamakan kalimat itu dengan “ringan dalam ucapan tetapi berat dalam timbangan. Kalimat-kalimat tersebut adalah :

1.    Alhamdulillah
Artinya segala puji bagi Allah. Kalimat ini dinamakan “Tahmid” (memuji). Bertahmid artinya memuji Allah dengan mengucapkan kalimat ini yaitu berterima kasih dan bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah riwayat dikatakan, apabila seluruh harta kekayaan dipermukaan bumi ini diserahkan kepada seseorang lalu orang itu mengucapkan Alhamdulillah maka ucapan Alhamdulillah lebih besar manfaatnya bagi orang itu daripada harta kekayaannya.
“Sekiranya dunia dan seluruh harta kekayaan yang ada padanya diserahkan kepada seseorang dari umat-Ku ,lalu ia mengucapkan Alhamdulillah maka ucapan Alhamdulillah itu lebih baik dan lebih berharga baginya (daripada harta yang banyak itu).” (HR Ibu Sakir)

2.    Allahu Akbar
Artinya Allah Maha Besar. Kalimat ini disebut “Takbir”,maknanya mengagungkan Allah. Allah yang kita yakini maha besar dalam segala-galanya,baik zat-Nya,asma-asma-Nya,sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-Nya. Dia-lah yang senantiasa memberi pertolongan kepada kita yang lemah ini untuk mengatasi segala macam kesulitan dan kesusahan yang kita alami.

3.    Subhanallah
Artinya Maha Suci Allah. Kalimat ini dinamakan “Tasbih”. Yang artinya mensucikan Allah. Mensucikan Allah berarti menjauhkan dan membersihkan diri kita dari anggapan-anggapan yang tidak baik kepada Allah. Allah Maha Suci artinya Allah tidak lemah, maha suci dari sifat-sifat kekurangan dan cacat. Semua kejadian di alam ini sekalipun tampak jelek,tidak menyenangkan tapi pasti ada manfaatnya dibalik semua itu. Orang menderita sakit bukan semata-mata Allah menbencinya. Bahkan sebaliknya Allah menunjukkan kasih sayang-Nya kepada kita dengan menghapus dosa-dosa yang melekat dalam diri kita dengan sebab sakit itu. Mungkin Allah juga memberikan peringatan kepada kita agar tidak lupa kepada-Nya disaat sehat.

4.    Laa Ilaa ha illallah
Artinya : Tidak ada Ilah kecuali Allah. Kalimat ini disebut “Tahlil” atau kalimat Tauhid. Kalimat ini menegaskan bahwa yang disembah,dicintai, diikuti, ditakuti, tempat berharap, dimintai pertolongan, yang mutlak membuat peraturan, yang berkuasa hanya Allah. Pengingkaran dari sifat-sifat dan perbuatan Allah tersebut menjadikan manusia terjerembab kedalam kesyirikan baik syirik Akbar (besar) maupun Syirik Ashgar (kecil).

5.    Laa haula walaa quwwata illaa billah
Artinya Tiada Daya dan Tiada Kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Kekuatan yang dimiliki manusia itu pada hakekatnya milik Allah. Sewaktu-waktu kekuatan itu akan berubah menjadi lemah. Dengan kalimat ini akan tertanan dalam diri kita rasa berserah diri kepada Allah.

Demikianlah lima kalimat yang ringan diucapkan namun berat timbangannya disisi Allah. Itulah indahnya zikrullah, masih adakan diantara kita yang enggan melakukannya?

Ya Allah,jadikan kami orang yang senantiasa berzikr kepada-Mu, baik dalam keadaan suka maupun duka. Amin Ya Robbal ‘Alamin.
WallahHu'Alam.

Petikan...

. .
~***~Taman Koperasi BENA, IJOK~***~

22 February, 2012

Kunci Syurga ~ satu Gereja memeluk Islam

Satu Gereja Memeluk Islam setelah mengetahui “Apakah kunci syurga itu?”

by Mohamed Ibrahim Maricar on Monday, February 20, 2012 at 10:21pm ·
Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang juru dakwah Islam.

Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja.

Mula mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata,

“Di tengah kita ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini.”

Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya paderi itu berkata,

“Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.”

Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi,

“Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang Muslim?”

Paderi itu menjawab,

“Dari tanda yang terdapat di wajahmu.”

Kemudian dia beranjak hendak keluar. Namun, paderi ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan ugamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut. Paderi berkata,

“Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.”

Si pemuda tersenyum dan berkata,

“Silakan!”

Sang paderi pun mulai bertanya,


“Sebutkan satu yang tiada duanya,
dua yang tiada tiganya,
tiga yang tiada empatnya,
empat yang tiada limanya,
lima yang tiada enamnya,
enam yang tiada tujuhnya,
tujuh yang tiada lapannya,
lapan yang tiada sembilannya,
sembilan yang tiada sepuluhnya,
sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
sebelas yang tiada dua belasnya,
dua belas yang tiada tiga belasnya,
tiga belas yang tiada empat belasnya.”

“Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai roh!

Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?

Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam syurga?

Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?

Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!”

“Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang di azab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?

Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?”
“Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”


Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.

Setelah membaca Basmalah dia berkata,


-Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..

-Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).”(Al-Isra’: 12).

-Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.

-Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.

-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.

-Tujuh yang tiada lapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).

-Lapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah s.w.t. berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).

-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.

-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah s.w.t. berfirman, “Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).

-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .

-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).

-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai roh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. ber-firman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (At-Takwir: 18).

Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam syurga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaan terhadap kamu semua.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Yusuf:98)

Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).


Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.

Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah s.w.t. berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).

Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).
Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t.? “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).
Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.


Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh paderi. Pemuda ini berkata,

“Apakah kunci syurga itu?”

Mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak. Mereka berkata,

“Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!”

Paderi tersebut berkata,

“Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah.”

Mereka menjawab,

“Kami akan jamin keselamatan anda.”

Paderi pun berkata,

“Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.

Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa.

[Sumber..] http://www.sabahdaily.com/2011/01/satu-gereja-memeluk-islam.html


WallahHu'Alam.
[Sumber..]

. .
~***~Taman Koperasi BENA, IJOK~***~

27 January, 2012

20 Waktu Sesuai ~ Ulangkaji Pelajaran

20 Waktu Sesuai Untuk Ulangkaji Pelajaran

As-Salam.
Ada yang tanya pada saya, bila masa nak belajar ... sebab selalu macam masa tak cukup. Ada sahaja perkara lain yang perlu diuruskan. Katanya, jadual yang ada kat sekolah dan penuh dah ... kerja sekolah lagi....kerja kat rumah lagi. Hmmm .... oklah, saya ni bukanlah bijak pandai nak memberikan anda cara yang terbaik, tetapi berdasarkan pengalaman saya bersama mereka yang dah berjaya, apa yang saya nampak ialah mereka memanfaatkan setiap masa yang ada untuk ulangkaji.

Tak kiralah anda sebagai seorang pelajar sekolah rendah, sekolah menengah mahupun pelajar kolej dan ipt, anda boleh gunakan panduan ini untuk ulangkaji.

Jadi, bilakah masa nak ulangkaji ehh? 


  1. Masa sebelum tidur - masa berbaring sebelum tidur. Amalkan teknik belajar secara bayangan. Menulis atau menyelesaikan masalah dengan cara menulis dengan menggunakan jari telunjuk di atas tilam.
  2. Masa terbangun di tengah malam (belajar seperti No.1)
  3. Masa bangun tidur. Subuh/pagi. (bayangkan pelajaran semalam)
  4. Masa ke tandas waktu pagi (ingatkan perkara yang terlupa)
  5. Masa ke tandas waktu malam (sama seperti No.4)
  6. Masa bercermin (lekatkan nota penting dekat cermin)
  7. Masa sarapan pagi (baca selembar dua suratkhabar)
  8. Masa berjalan ke sekolah (tanya diri-sifir dan formula)
  9. Masa menunggu bas (ulangkaji kad nota atau bayangkan)
  10. Masa di dalam bas atau kereta (ulangkaji harian/cepat)
  11. Masa berjalan ke sekolah (tanya diri pasal sifir , formula dan lain-lain lagi)
  12. Masa sampai awal pagi ke sekolah (ulangkaji harian/cepat)
  13. Masa menunggu cikgu yang terlewat (ulangkaji cepat)
  14. Masa rehat (ke perpustakaan baca ringkas buku-buku)
  15. Masa sebelum pulang (Lewatkan pulang buat kerja rumah)
  16. Masa berjalan pulang ( tanya diri pasal sifir)
  17. Masa berada dalam bas (baca kad nota)
  18. Masa rehat selepas makan (baca novel/majalah)
  19. Masa rehat selepas makan malam (baca rencana akhbar dan lain-lain)
  20. Masa menonton tv (melukis rajah-rajah, peta, tulis formula dan lain-lain)

Banyak perkara ini merupakan apa yang saya lihat dan kebanyakkannya telah dipraktikkan oleh ramai yang berjaya.

WallahHu'Alam.


Sumber Asal: 20 Waktu Sesuai Untuk Ulangkaji Pelajaran | HASRULHASSAN.COM™ Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial



. .
~***~Taman Koperasi Bena, IJOK~***~

14 November, 2011

Al-Ain [panahan/penyakit pandangan MATA]

Al-Ain (sakit kena mata)

by Mohamed Ibrahim Maricar on Thursday, September 29, 2011 at 8:25am
Al-Ain (sakit kena mata)



Rasulullah bersabda,
“Kebanyakan orang yang meninggal dari umatku setelah qadha’ dan qadar Allah kerana sebab ‘ain”.
Hadits ini di hasankan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari dan Syeikh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah.

Rasulullah bersabda Ain boleh menyebabkan seseorang masuk kubur (meninggal) dan boleh menyebabkan seekor unta masuk tungku”. (Shahih Al-Jami’).

Rasulullah bersabda:
العين حق و يحضرها الشيطان و حسد ابن آدم
Penyakit ‘ain (kena mata) adalah benar, disertai syaitan dan hasad anak Adam”.
Asal hadits ini dalam Shahih Bukhari dan tambahannya diriwayatkan oleh Ahmad.

Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa pada setiap orang ada syaitan-syaitan dari bangsa jin yang selalu mengawasi untuk menyakitinya. Demikian juga setiap orang boleh menjadi sasaran hasad sehingga tidak ada seorangpun yang selamat dari ‘ain kecuali orang yang Allah melindunginya.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Hasad adalah salah satu penyakit di antara penyakit-penyakit hati. Penyakit ini umum, yang mana tiada orang selamat darinya kecuali sedikit di antara manusia, sehingga dikatakan, “Tidak ada jasad yang lepas dari penyakit hasad, akan tetapi seorang pencela menampakkannya sedangkan seorang mulia menyembunyikannya”.

 Hasan Bashri pernah ditanya, “Apakah seorang mukmin memiliki penyakit hasad?”.
Dia menjawab, “Apakah kamu lupa dengan saudara-saudara Yusuf?
"Akan tetapi tahanlah hasad tersebut di dalam dadamu, sesungguhnya hasad tersebut tidak akan memudharatkanmu selama kamu tidak menampakkannya dengan tanganmu atau lisanmu”. (Kitab As-Suluk karya Ibnu Taimiyah).

Ibnu Hajar berkata dalam menjelaskan hadits ‘Penyakit ‘ain (kena mata) adalah benar’, “
Hal ini kadang membingungkan sebagian manusia, mereka berkata,Bagaimana ‘ain bekerja dari jauh sehingga bisa memudharatkan orang yang dilihat’. Banyak orang yang menderita sakit dan kekuatan tubuhnya melemah hanya kerana sebab di pandang, semua ini karena apa yang Allah ciptakan di dalam ruh (ruh setan) dari pengaruh dan karena sangat besarnya keterkaitannya dengan mata, maka dinasabkan kepada mata. Sebenarnya yang mempengaruhi bukan mata akan tetapi pengaruhnya dari ruh. Pandangan yang keluar dari mata orang yang melihat adalah anak panah secara maknawi, apabila mengenai badan orang yang tidak ada pelindungnya akan mempengaruhinya, jika ada pelindungnya, anak panah tersebut tidak boleh menembus bahkan di kembalikan kepada pemiliknya sebagaimana anak panah sebenarnya. (Fathul Bari 10/212).

Jadi yang keluar dari ‘ain adalah sifat yaitu racun lisan (perkataan) dengan dalil bahwa seorang buta bisa menimpakan penyakit ‘ain kepada orang lain. Kemudian syaitan yang menanti-nanti pensifatan yang tidak disertakan nama Allah padanya mengambilnya dan memberikan pengaruh pada badan orang yang dihasadi (dengan izin Allah) jika dia tidak memiliki perlindungan diri.

Maka hendaknya diketahui bahwa setiap orang meskipun boleh memudharatkan orang lain dengan izin Allah dengan mensifati orang lain dengan suatu sifat tanpa menyebut nama Allah, akan tetapi perbuatan ini haram karena termasuk racun perkataan yang dilarang. Ibnu Hajar berkata, “Sesungguhnya ‘ain bisa terjadi kerana kagum dan tanpa ada hasad dan bisa berasal dari orang yang mencintai orang lain tersebut atau boleh berasal dari orang soleh. Orang yang kagum kepada sesuatu hendaknya mendoakan orang yang dia kagumi dengan barakah sehingga ini menjadi ruqyah”. (Fathul Bari (10/215).

Dalam sebuah hadits dari Abu Umamah bin Sahl bin Hanif berkata, “Bapakku Sahl bin Hanif mandi di Kharrar (lembah di Madinah) dengan melepaskan jubahnya sedangkan ‘Amir bin Rabi’ah melihatnya. Sahl bin Hanif seorang yang sangat putih dan bersih kulitnya, maka ‘Amir berkata, ‘Aku belum pernah melihat seperti hari ini, aku belum pernah melihat kulit seperti kulit gadis pingitan’. Maka Sahl bin Hanif sakit panas di tempatnya dan semakin keras sakitnya. Maka Rasulullah diberitahu akan sakitnya Sahl. Dikatakan kepada Rasulullah bahwa Sahl tidak bisa mengangkat kepalanya. Rasulullah berkata, “Apakah kamu menuduh seseorang?”. Mereka menjawab, “’Amir bin Rabi’ah”. Maka Rasulullah memanggil ‘Amir bin Rabi’ah dan memarahinya, Kenapa salah seorang di antara kamu membunuh saudaranya?. Kenapa kamu tidak mendoakannya dengan barakah?. Mandilah untuknya!. Maka ‘Amir membasuh wajahnya, kedua tangannya, kedua sikunya, kedua lututnya, ujung kedua kakinya, sarungnya bagian dalam pada sebuah bejana kemudian diguyurkan/siram kepada Sahl dari belakang tubuhnya maka sembuhnya Sahl seketika itu juga”. (Shahih Al-Jami’: 3908).
Rumusan hadits:
1- Ketika ‘Amir mensifati Sahl dengan tanpa menyebut nama Allah, maka setan mengambil peranan untuk menyakiti Sahl dengan pensifatan ini.
2- Berdzikir dengan menyebut nama Allah atu mendoakan barakah bisa menghalangi gangguan jin pada orang yang dilihat.
3- Rasulullah memerintahkan ‘Amir untuk mandi. Ibnu Al-Qoyyim berkata, “Sesungguhnya lipatan-lipatan tubuh dan ujung-ujung tubuh dan sarung bagian dalam, ini adalah tempat-tempat istimewa bagi ruh-ruh syaitan”. (Zad Al-Ma’ad: 4/163). Tujuannya kerana setiap orang memiliki bebauan dan keringat yang berbeda dengan orang lain, ini boleh diketahui oleh anjing dan syaitan yang berangkat dari orang yang menimpakan ‘ain juga mengetahui ini. Maka ketika diambil keringatnya atau air ludahnya kemudian digunakan untuk memandikan atau diminumkan kepada orang yang kena ‘ain apabila gangguannya pada perutnya, maka setan tersebut akan menjauhi orang yang kena ‘ain ini karena syaitan tersebut terikat dengan sifat kekaguman orang yang menimpakan ‘ain. Maka seolah-olah orang yang menimpakan ‘ain tersebut telah mengalahkan syaitan dengan masuknya keringatnya ke dalam badan orang yang terkena ‘ain sehingga ketika itu juga syaitan tersebut terlepas keluar dari tubuh orang yang kena ‘ain.
4- Dalam hadits disebutkan air bekas basuhan ‘Amir diguyurkan kepada Sahl dari belakang tubuhnya, maksudnya adalah diguyurkan di tempat penglihatan orang yang menimpakan ‘ain. Karena syaitan yang menyakiti Sahl karena sifat (ucapan) sangat putihnya kulit Sahl maka ini umum untuk seluruh tubuhnya sehingga air tersebut diguyurkan dari atas kepalanya agar mengenai seluruh tubuhnya yang terkena ‘ain. Seandainya orang yang terkena ‘ain kerana disifati banyak makan sehingga perutnya sakit maka keringat atau air liur tersebut harus sampai ke dalam perutnya karena di dalam perutlah tempat terkena ‘ain.
5- Dalam riwayat lain Rasulullah memukul dada Sahl dan berkata, “Ya Allah hilangkan darinya panas, dingin dan pengaruh‘ain”. Ini dalil yang jelas bahwa ‘ain diikuti oleh syaitan dan mengganggu anggota tubuh orang yang kena ‘ain sehingga menimpa mangsa ‘ain dari sempit di dada –karena ditekan syaitan. Di antara tanda gangguan syaitan sebagaimana dalam hadits: punggung panas, ujung-ujung tubuh dingin, tubuh lemah disertai dengan rasa sempit di dada yang sering mengeluh, pesimis dan mudah emosi.
6- Apabila orang yang terkena ‘ain tidak menuduh seseorang (tidak bisa menduga) yang menimpakan kepadanya ‘ain maka disyariatkan untuk dibacakan ruqyah.

Cara menjaga diri dari penyakit ‘ain:
1- Seorang muslim menjaga perintah Allah dengan menjalankan perintah-Nya seperti shalat lima waktu berjamaah, berbakti kepada kedua orang tua, solat sunat, puasa sunat, membaca Al-Qur’an dan lain-lainnya. Menjauhkan diri dari larangan Allah, seperti tidak melihat sesuatu yang haram, meninggalkan muzik dan lain-lainnya.
Rasulullah s.a.w. bersabda, “Jagalah (perintah) Allah niscaya Allah akan menjagamu”.
2- Memperbanyak dzikir yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan berdzikir di setiap waktu seperti dzikir setelah shalat lima waktu, dzikir pagi dan petang, dzikir akan tidur, dzikir bangun tidur dan lain-lainnya.



Amalan untuk mengangkat musibah (sakit ‘ain) dengan izin Allah:
1- Yakin dan berbaik sangka kepada Allah ketika diruqyah dan jangan hanya sekedar cuba-cuba berubat dengan Al-Qur’an akan tetapi harus yakin bahwa di dalam Al-Qur’an ada ubat.
Allah berfirman: Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. (QS. Al-Isra’: 82).
2- Mengagungkan Allah, kembali dan taubat kepada-Nya serta berdoa kepada-Nya. Dialah satu-satunya Pemberi kesembuhan. Jika engkau meruqyah dirimu sendiri, ini lebih utama dari pada diruqyah orang lain.
3- Berbuat baik kepada orang lain dan bersedekah.
Rasulullah bersabda, Sesiapa menghilangkan musibah yang menimpa seorang mukmin dari musibah dunia, Allah akan menghilangkan untuknya musibah dari musibah akhirat. Sesiapa yang memberikan kemudahan kepada seorang yang kesulitan, Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat. Sesiapa yang menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba tersebut mau menolong saudaranya[HR Muslim.]

Dalam sebuah hadits dari Abu Umamah, Rasulullah bersabda, “Obatilah orang-orang sakit kalian dengan sedekah”. (Shahih Al-Jami’: 2358).

Hubungan antara ‘ain dengan sihir
Ketika Allah berfirman dalam surat Al-Falaq:
Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”. (QS. Al-Falaq: 4-5).

Allah menggabungkan antara sihir dan hasad. Ini mengisyaratkan adanya hubungan antara keduanya yaitu bahwa seorang penyihir menghembuskan pada buhul dari rambut atau kuku yang digunakan untuk mengikat syaitan yang akan menyakiti orang yang disihir. Sedangkan seorang yang hasad mengikat setan dengan sifat kekaguman yang tidak disebutkan nama Allah padanya untuk menyakiti orang yang dikenai ‘ain.
Keduanya bisa memudharatkan dan keduanya serupa dalam menimbulkan pengaruh sakit akan tetapi berbeda dalam sarananya.
* Allah berfirman: Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”. (QS. Al-Falaq: 4-5).
Kenapa wanita-wanita tukang sihir dima’rifatkan dan dinakirahkan apa yang sebelumnya dan setelahnya?. Kerana setiap wanita penyihir memiliki kejahatan adapun setiap malam dan setiap pendengki tidak memiliki kejahatan.
* Orang-orang awam berkata, “Apabila orang yang menimpakan ‘ain mengetahui bahwa keringat atau air liurnya diambil maka bekas tubuhnya ini tidak akan bermanfaat. Ini salah karena menyelisihi hadits ‘Amir dengan Sahl karena Rasulullah berkata kepada ‘Amir “Mandilah untuk saudaramu”, dan ‘Amir mengetahuinya dan ini menyembuhkan ‘ain yang menimpa Sahl.
* Pandangan beracun yang disebutkan para ulama, mereka mengkiaskan dengan abtar dan dzat Ath-Thaffatain (nama-nama ular yang bisa menggugurkan kandungan dengan pandangan matanya). Sebagaimana ayam jago memiliki kekuatan mata untuk melihat malaikat dan anjing dan keledai mampu melihat setan. Adapun manusia, kekuatan racunnya yang bisa menyakiti orang lain tidak dari dirinya akan tetapi dari pensifatan yang tidak disertai penyebutan nama Allah sebagaimana dalam hadits;
 “Penyakit ‘ain (kena mata) adalah benar, disertai syaitan dan hasad anak Adam”, dan bukan dengan alat mata sebagaimana yang telah dijelaskan Ibnu Hajr. Rasulullah juga belindung dari jin dan pandangan manusia karena adanya keterkaitan antara keduanya.



Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah untuk Nabi kita Muhammad, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan ihsan sampai hari kiamat. Amin……

Sumber: Kaifa Tu’alij Maridhaka Birruqyah Asy-Sya’iyyah karya Dr. Abdullah bin Muhammad As- Sadhan oleh Oleh Rohmatullah Ngimaduddin, Lc.
--------------------------------------------------------------------

Utusan Malaysia 31 mac 2002
Gangguan bayi menangis malam
Soal Jawab Agama Bersama Dr. Amran Kasimin
SOALAN
Saya seorang ibu yang bekerja di pejabat dan beranak satu. Anak kecil saya yang berumur hampir lapan bulan begitu sukar tidur. Apabila tidur, dia mudah terjaga, biarpun oleh bunyi yang sedikit. Pernah dia menangis hingga hampir dua jam di tengah malam tanpa sebab. Matanya terbeliak ke atas, seolah-olah melihat sesuatu yang menakutkan.
Keadaan yang sering berulang ini menyebabkan kami tertekan, cepat marah kerana tidak cukup tidur apatah lagi terpaksa bekerja pada keesokan harinya. Apakah yang perlu saya lakukan untuk mengatasi masalah ini? - NURMALIA, Kampung Bongek, Rembau.
JAWAPAN:
Menangis bagi bayi atau anak kecil merupakan perkara biasa, bukan semestinya kerana ada masalah atau kerana kecuaian ibu. Malah menangis merupakan suatu pernyataan bayi atau kanak-kanak sebagai ganti kepada pertuturan yang tidak dapat diluahkan terhadap sesuatu yang berlaku.
Ada bayi yang masih dalam hari tidur nyenyak di siang hari, tetapi mula menangis pada masa-masa tertentu sama ada pada tengah malam, petang ataupun bila-bila masa tanpa sebab yang jelas.
Terdapat juga bayi yang mula menangis apabila tidurnya terganggu, biarpun oleh suara yang perlahan seperti bunyi benda jatuh, bunyi tapak kaki, bunyi pintu tertutup dan sebagainya. Pada kebiasaannya tangisan akibat gangguan tersebut berlaku dalam tempoh yang singkat.
Tangisan biasa selalunya ada kaitan dengan punca yang jelas seperti tercucuk pin pakaian, pakaian terlalu ketat menyebabkan bayi terasa tidak selesa, lampin basah, rasa terlalu panas, sakit perut, dahaga, lapar, rasa kesepian dan sebagainya.
Sesetengah bayi atau anak kecil akan menangis apabila berubah tempat tidur, dari tempat gelap yang biasa dia tidur berpindah ke tempat terang atau sebaliknya. Anak-anak yang dibawa balik kampung menghadiri majlis kenduri mungkin akan menangis kerana suasana tempat tidur yang berubah atau sebaliknya.
Walaupun demikian, tangisan yang memanjang seperti yang berlaku kepada anak puan tidak semestinya mempunyai sebab atau punca yang jelas. Tidak semestinya kerana lapar, dahaga, kesejukan, panas atau kehilangan orang yang selama ini berada di sampingnya, iaitu si ibu.
Ada orang yang mengaitkan keadaan sedemikian rupa, yang dikenali sebagai sawan tangis ini, akibat gangguan makhluk-makhluk halus, tidak kira sama ada gangguan tersebut akibat perbuatan makhluk halus yang dilibatkan dengan perbuatan manusia, ataupun akibat gangguan jin yang menggemari manusia, sejak seseorang itu dilahirkan, yang dikenali sebagai qarin atau makhluk halus yang datang menumpang bersama manusia.
Perkataan qarin berasal daripada bahasa Arab bererti teman atau pasangan. Istilah qarin bererti roh-roh jahat, yang terdiri daripada makhluk-makhluk halus yang sentiasa mendampingi manusia, sejak seseorang itu dilahirkan sehinggalah dia meninggal dunia.
Kewujudan qarin di samping manusia ialah untuk membiasakan, iaitu untuk menggoda atau menyesatkan, sehingga manusia itu tunduk kepada nafsu, yang akhirnya melakukan dosa, tidak kira sama ada dosa itu dosa kecil berpanjangan atau dosa besar seperti membunuh, berzina, makan harta anak yatim dan sebagainya. Cara lain ialah dengan memesongkan iktikad mereka sehingga membawa kepada perbuatan syirik atau murtad.
Dosa-dosa itu tidak diampuni Allah. Walaupun demikian, sekiranya manusia itu beriman dan dilindungi allah, qarin itu akan menyuruhnya melakukan kebaikan.
Selain itu, qarin juga berusaha untuk mencederakan fizikal dan roh manusia secara bersendirian ataupun dengan perantaraan manusia, menyebabkan manusia menggunakan jin-jin untuk melakukan perbuatan tertentu seperti untuk menyakiti orang lain dan sebagainya. Apabila ini berlaku, maka dari sini terjadilah kegiatan sihir.
Sawan tangis itu ada dua punca utama, iaitu bersifat fizikal seperti kerana lapar, haus dan sejuk, rasa hilang keselamatan diri seperti kehilangan orang yang selalu berada di sampingnya, biarpun buat sementara. Sakit seperti kembung perut atau selesema. Termasuk dalam kategori ini ialah sakit akibat jangkitan kuman dan juga kecacatan anggota seperti terhantuk, terjatuh dan sebagainya.
Punca kedua ialah akibat gangguan makhluk-makhluk halus. Allah menjadikan manusia itu daripada dua unsur utama, iaitu jasad dan roh. Islam mengajar agar anak yang baru dilahirkan diazankan di telinga kanan dan diiqamatkan di telinga kirinya.
Itulah ajaran terawal yang mesti diperhatikan dan dilakukan dengan tujuan agar bayi itu mendengar kalimah Allah sebaik-baik sahaja dilahirkan. Pencipta yang melahirkan bayi yang baru dilahirkan, yang memberi rezeki dan membesarkannya, dan akhirnya akan mematikannya untuk menemui-Nya.
Sekiranya dilakukan demikian, insya-Allah, bayi berkenaan tidak akan diganggu oleh ummu`s-sibyan, iaitu sejenis makhluk jin yang sering mengganggu bayi, yang boleh menyebabkan timbul pelbagai masalah termasuk gangguan tidur pada waktu malam, yang akhirnya boleh menyebabkan demam panas ataupun sawan.
Keterangan ini membuktikan bahawa roh bayi atau anak kecil boleh terganggu akibat gangguan yang tidak dapat dilihat oleh mata kasar, ataupun melalui eksperimen teknologi moden. Dalam masa tertentu anak tadi kadang-kadang memperlihatkan reaksi luar biasa dengan wajah yang ketakutan seolah-olah sedang melihat satu objek yang menggerunkan di hadapannya.
Mungkin sukar untuk menjelaskan bagaimana gangguan yang tidak dapat dilihat itu boleh mengganggu bayi menyebabkan dia tidak berhenti-henti menangis, terkujat-kujat dan terketar mulut sehingga tidak terdengar suara tangisannya menyebabkan ibu dan juga bapanya menggelabah.
Ada beberapa tanda lumrah yang boleh diperhatikan oleh mata kasar sekiranya bayi atau kanak-kanak itu menangis akibat gangguan seperti yang dijelaskan, bukan disebabkan akibat luaran.
Tangisan biasa selalunya disertai dengan air mata. Keadaan ini jarang berlaku pada mereka yang menangis akibat gangguan, manakala suara tangisannya juga berlainan daripada tangisan biasa. Dalam keadaan tertentu tangisan ini mungkin disertai dengan air mata yang bersangatan.
Kanak-kanak ini kadang-kadang berhenti menangis sebentar, kemudian menangis semula. Mata yang pejam ketika berhenti menangis itu akan melahirkan ombak pada kelopak mata, seolah-olah kedua-dua biji matanya itu sedang memerhatikan sesuatu di bahagian kanan dan kiri.
Tangisan akibat gangguan selalunya mengeluarkan suara yang mendayu-dayu dan berpanjangan. Mata bayi kelihatan pejam. Tangisan terjadi seumpama dalam keadaan tidak sedarkan diri (tidur).
Dahi atau bahagian tengah, antara dua alis kadang-kadang berkerut, seolah-olah ada sebiji mata di bahagian tersebut yang sedang memerhatikan sesuatu.
Sering terjadi pada anak-anak kecil yang terganggu, mereka menangis dan menjerit dalam keadaan ketakutan dan menggigil seolah-olah disergah oleh sesuatu yang menakutkan. Anak ini setelah puas menangis, akan tidur sebentar, lalu menangis lagi dalam keadaan teresak-esak yang disertai dengan tarikan nafas yang tersekat-sekat.
Terlalu banyak kaedah atau usaha boleh dilakukan yang diajar oleh Rasulullah s.a.w. dalam usaha mengatasi masalah seperti ini, di antaranya ialah dengan membacakan surah al-Fatihah, ayat al-Kursi, surah an-Nas dan surah al-Falaq, kemudian hembuskan pada ubun-ubun anak. Lakukan sebanyak tiga kali. Sekiranya anak-anak ini masih juga menangis, bacakan azan di telinga kanannya dan iqamah di telinga kiri. Lakukan sekali ataupun tiga kali.[Dengan suara yg serderhana sahaja, takut mudharat/pekak pula bila azan kuat di telinga]
Dalam sebuah hadis riwayat oleh Abu Isa at-Tarmizi, katanya telah diriwayatkan oleh Aqabah bin Amir al-Juhani, daripada Nabi sabdanya:
Sesungguhnya Allah telah menurunkan kepada aku beberapa ayat yang tidak diperlihatkan seumpamanya, iaitu Qul a'uzu bi rabbinnas dan Qul a'uzu bi rabbilfalaq sehingga akhirnya.

Hadis ini bermaksud bahawa Allah telah menurunkan dua ayat di atas kepada Rasulullah yang mempunyai fadilat yang amat besar, iaitu untuk melindungi diri daripada bahaya teguran hasad dan pandangan mata jahat. Termasuk dalam kategori pandangan mata jahat ialah manusia yang dibantu oleh jin-jin untuk melakukan perbuatan sihir, yang memancarkan pandangan jahatnya kepada mangsa melalui pandangan mata, termasuk bayi atau anak-anak yang menyebabkan berlakunya gangguan roh.
Mudarat akibat daripada pandangan mata jahat memang boleh berlaku. Dalam menghadapi masalah seperti ini Rasulullah membenarkan Asma' Binti Umays (isteri seorang sahabat) untuk meminta pertolongan kepada orang yang tahu menjampi dalam usaha untuk menolong merawat anak Jaafar, iaitu saudara kepada Ali Abu Talib.
WallahHu'Alam.

Petikkan~ http://www.facebook.com/note.php?note_id=285786838099375
. .
~***~Taman Koperasi Bena, IJOK~***~

08 November, 2011

Amalan yang baik-baik yang dalam JAMINAN ALLAH & RASUL

AMALAN YANG BOLEH MENANGGUHKAN KEMATIAN, KOLEKSI KATA MUTIARA ISLAM BERTAMBAH

Tazkirah Jumaat
4 November 2011 (7 Zulhijjah 1432H)


AMALAN YANG BOLEH MENANGGUHKAN KEMATIAN

Kematian adalah ketentuan Allah. Tetapi ada satu perkara yang boleh melambatkan kematian iaitu amalan bersedekah.

SUATU hari, Malaikat Izrail (Malaikat Maut) mendatangi Nabi Ibrahim as, dan bertanya, “Siapakah anak muda yang mendatangimu wahai Ibrahim?”

“Itu sahabatku dan juga muridku.”

“Ada apa dia datang menemuimu?”

“Dia menyampaikan khabar bahawa dia akan melangsungkan pernikahannya esok pagi.”

“Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai esok pagi.”

Setelah itu, Malaikat Izrail pergi meninggalkan Nabi Ibrahim. Hampir saja Nabi Ibrahim tergerak untuk memberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini, dan memberitahu tentang kematian anak muda itu esok. Tapi langkahnya terhenti dan Nabi Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahsia Allah.

Keesokan paginya, Nabi Ibrahim melihat dan menyaksikan bahawa anak muda tersebut tetap melangsungkan pernikahannya. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, Nabi Ibrahim malah melihat anak muda ini terus hidup dengan panjang umurnya. Hingga usia anak muda ini 70 tahun,
Nabi Ibrahim bertanya kepada Izrafil, apakah dia berbohong tempoh hari sewaktu menyampaikan berita bahawa anak muda itu umurnya tidak akan sampai esok pagi?
Malaikat Kematian menjawab bahawa dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi Allah menahannya.

“Apa gerangan yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda itu pada waktu tersebut?”

“Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut. Kerana itulah engkau masih melihatnya hidup sehingga sekarang.”

Wahai pembaca sekalian, kematian sememangnya di tangan Allah. Oleh itu, mencepatkan dan melambatkan kematian adalah hak Allah. Allah memberitahu lewat kalam Rasul-Nya, Muhammad SAW bahawa sedekah itu akan memanjangkan umur. Jadi, bila disebut bahawa ada sesuatu yang boleh menunda kematian, itu adalah… sedekah.

Maka, tengoklah kiri kanan anda dan lihatlah sekeliling anda. Bila anda menemui ada sebarang kesusahan terjadi, maka sesungguhnya anda harus menghulurkan bantuan dan pertolongan. Kesusahan itu diberi oleh Allah untuk anda bantu kerana Allah ingin memanjangkan umur anda. Cuma tinggal kemahuan anda sama ada untuk membantu kesusahan itu ataupun tidak.

Saudara sekalian, tidak ada seorang pun yang mengetahui bila ajalnya akan tiba. Dan tidak seseorang pun yang mengetahui bagaimana keadaan ajalnya tiba. Maka memberi sedekah bukan saja akan memanjangkan umur, mungkin juga kita akan meninggalkan dunia ini dalam keadaan baik. Bukankah sedekah akan mengundang CINTA Allah?

Jika seseorang diCINTAI Allah, maka tidak ada masalahnya yang tidak diselesaikan, tidak ada keinginannya yang tidak dikabulkan, tidak ada dosanya yang tidak diampunkan, dan tidak ada nyawanya dicabut dalam keadaan Husnul Khatimah. Mudah-mudahan Allah berkenan memanjang umur kita, sehingga kita semua berkesempatan untuk mengejar keampunan Allah dan mengubah segala kelakuan kita, sambil mempersiapkan diri untuk kematian yang akan datang menemui kita.

“Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan” (An-Nisaa: 78)


http://panduanislam.com/blog/2011/05/amalan-yang-boleh-menangguhkan-kematian/


KOLEKSI KATA MUTIARA ISLAM BERTAMBAH

Ada tiga golongan orang yang paling menyesal pada hari kiamat : 
(1) orang yang memiliki budak ketika di dunia, ternyata pada hari kiamat budak tersebut memiliki prestasi amal yang lebih baik darinya, 
(2) orang yang mempunyai harta tetapi tidak mau bersedekah dengannya sampai ia meninggal dunia, kemudian harta tersebut diwarisi oleh orang yang memanfaatkan harta tersebut untuk bersedekah di jalan Allah, dan 
(3) orang yang mempunyai ilmu tetapi ia tidak mau mengambil manfaat dari ilmunya, lalu ilmu tersebut diketahui oleh orang lain yang mampu mengambil manfaat darinya.” (Sufyan bin ‘Uyainah)

Akhlak yang paling mulia adalah menyapa mereka yang memutus silaturahim, memberi kepada yang kikir terhadapmu, dan memaafkan mereka yang menyalahimu.” (HR Ibnu Majah)

Aku belum pernah melihat orang yang paling lama bersedih daripada al-Hasan. Ia berkata, kita tertawa, sementara bisa jadi Allah yang telah melihat amal-amal yang telah kita perbuat berfirman;
‘Aku tidak mau menerima amal-amal kalian sedikitpun.’” (Yunus bin ‘Ubaid)

http://blog.al-habib.info/id/koleksi-kata-mutiara-islam-bertambah/

PUASA SUNAT PADA HARI ARAFAH, BERSEDEKAHLAH WALAUPUN HANYA SEPARUH KURMA, JAMINLAH UNTUKKU 6 PERKARA, AKU JAMIN SYURGA UNTUKMU

Tazkirah Jumaat
28 Oktober 2011 (30 Zulkaedah 1432H)


PUASA SUNAT PADA HARI ARAFAH

Sabda Baginda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud : 
"Puasa pada hari Arafah itu menghapuskan dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang." (Hadis riwayat Muslim).

Hari Arafah adalah bertepatan dengan 9 Zulhijjah. Tidak ada dalil syarak yang menetapkan bahawa puasa Arafah mesti dilakukan serentak dengan masa wukuf jemaah haji di Arafah. Sebaliknya, ia disunatkan pada tanggal 9 Zulhijjah. Bahkan, dengan bentuk dunia yang bulat dan perbezaan waktu, puasa yang dilakukan di benua dan rantau selain dari tanah suci, tidak akan dapat dijalankan serentak dengan wuquf, walau dilaksanakan pada hari wuquf itu sendiri.

Bertakbir, bertahmid dan bertahlil kepada Allah, serta berselawat ke atas Baginda Rasulullah S.A.W. bermula dari subuh hari Arafah (9 Zulhijjah) sehingga waktu Asar hari tasyriq yang terakhir (13 Zulhijjah). Ini berdasarkan Hadith Jabir r.a. yang bermaksud bahawa;
“Sesungguhnya Rasulullah S.A.W. bertakbir pada solat Fajar hari Arafah, sehingga waktu Asar daripada hari tasyriq yang terakhir, selepas Baginda memberi salam dari solat fardhu.” (riwayat Ad-Daruqutni)

Melaksanakan ibadat korban pada EidulAdha sehinggalah penghujung hari tasyriq. Ibadat ini mengingatkan masyarakat Islam untuk sentiasa bersifat ikhlas dan bertaqwa kepada Allah s.w.t. Ibadat ini juga dapat merapatkan hubungan dan menyebarkan kasih sayang di antara manusia, dengan perkongsian daging bersama mereka yang memerlukan, keluarga, sahabat dan jiran tetangga.

http://halaqah.net/v10/index.php?topic=4524.0


BERSEDEKAHLAH WALAUPUN HANYA SEPARUH KURMA

Rasulullah s.a.w. bersabda maksudnya:
“Peliharalah dirimu dari api neraka dengan bersedekah (walaupun) separuh dari sebiji tamar (kurma), dan kalau tidak dapat sedekah itu, maka keluarkanlah kata-kata yang baik” (Riwayat Bukhari & Muslim)

Aisyah r. a. berkata;
“Aku dahulunya tidak mengetahui adanya siksa kubur sehingga datang kepadaku seorang wanita Yahudi meminta-minta, dan sesudah aku memberi (sebiji kurma) dia berkata: Semoga Allah melindungi kamu dari seksa kubur. Maka aku kira keterangannya itu termasuk penipuan kaum Yahudi, lalu aku ceritakan kepada Nabi s. a. w. Kemudian Nabi s. a. w. memberitahu kepadaku bahawa seksa kubur itu adalah benar, kehidupan atau kebangkitan selepas kematian itu adalah benar dan keramat wali itu adalah benar.

Maka seharusnyalah seseorang Islam itu, berlindung dengan Allah dari seksaan kubur, dan bersiap sedia untuk menghadapi kubur dengan amalan yang soleh seperti bersedekah. Dalam hadith yang lain disebut, “banyakkanlah sedekah kerana ia menyejukkan kamu di Alam Barzakh”.

http://nasbunnuraini.wordpress.com/2011/10/24/bersedekahlah-walaupun-cuma-separuh-kurma/


JAMINLAH UNTUKKU 6 PERKARA, AKU JAMIN SYURGA UNTUKMU

Rasulullah saw bersabda: “Jaminlah untukku enam perkara, aku jamin syurga untukmu, iaitu: bercakap benarlah bila kamu berbicara, tepatilah janji bila kamu berjanji, sampaikanlah apabila kamu diberi amanah, jagalah kemaluanmu tahanlah pandangan matamu, dan tahanlah tanganmu.”
(HR Imam Ahmad,Ibnu Hibban, Baihaqi)

1. Bercakap benarlah bila kamu berbicara.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Cukuplah seseorang dianggap berbohong apabila dia senantiasa menceritakan semua yang dia dengar. (tanpa diselidiki kebenarannya)”
(HR Imam Muslim)

2. Tepatilah janji bila kamu berjanji.

Ada dua jenis janji iaitu janji bertulis dan janji secara mulut atau lisan. Kedua-duanya akan ditanya dihari kiamat. Dalam quran disebut:

……dan sempurnakanlah perjanjian (dengan Allah dan dengan manusia), sesungguhnya perjanjian itu akan ditanya.(Al-Isra, 34)

3. Sampaikanlah apabila kamu diberi amanah

Kiamat berlaku disaat amanah disia-siakan. Kerja juga adalah satu amanah, sempurnakanlah kerja agar murah rezeki. Nabi Muhammad juga digelar Al-Amin kerana amanah. Amanahlah dalam semua aspek. Serahkanlah amanah kepada yang pakar dalam bidangnya.

Rasulullah saw bersabda, “tidak (sempurna) iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak sempurna agama seseorang yang tidak menunaikan janji.” 
 (HR. Ahmad).

Rasulullah s.a.w bersabda “Apabila suatu perkara diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah saat kehancuran" (HR Bukhari)

4. Jagalah kemaluanmu.

Jauhi dari digunakan pada tempat yang salah. (haram). Di dunia Allah beri satu(1) tenaga kepada setiap orang lelaki. Satu tenaga ini boleh diguna hanya kepada 4 isteri. Ramai orang yang tidak dapat jaga 1 tenaga dan nafsu ini dan digunakan pada tempat yang haram, iaitu perhubungan seks haram, pelacuran. Di syurga Allah akan beri 100 tenaga untuk lelaki dan perempuan. Jagalah tenaga yang 1 di sini untuk dapat 100 di sana.

5. Tahanlah pandangan matamu.

Kata pepatah Melayu dari mata turun ke hati. Kerana itulah kita disuruh merendahkan pandangan daripada memandang perkara yang haram dan wajah wanita atau lelaki yang bukan mahram. Diriwayatkan, Rasulullah berjalan dengan agak laju dan menundukkan pandangan.

An-Nur [30] Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan.

An-Nur [31] Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram)……

6. Tahanlah tanganmu.

Tangan jugalah yang menyumbang kepada kejahatan walaupun sekadar mencuri selipar. Oleh itu ikatlah dan kawallah tangan daripada melakukan kejahatan.

http://nasbunnuraini.wordpress.com/2010/06/03/jaminlah-untukku-6-perkara-aku-jamin-syurga-untukmu/

 

AMALAN ISTIGHFAR DITUNTUT SEBAGAI PENGHAPUSAN DOSA LALU, MENEPATI JANJI, BERKATA BENAR BUKTI KESEMPURNAAN

Tazkirah Jumaat
21 Oktober 2011 (23 Zulkaedah 1432H)


AMALAN ISTIGHFAR DITUNTUT SEBAGAI PENGHAPUSAN DOSA LALU

RASULULLAH SAW bersabda yang bermaksud:
 "Demi Allah, jika kamu tidak berdosa, Allah akan menjadikan satu umat lain yang melakukan dosa, lantas mereka beristighfar kepada Allah lalu diampuni dosa mereka." 
- (HR Muslim)

Sudah menjadi lumrah manusia tidak boleh lepas daripada kesalahan dan dosa. Hal ini disebabkan adanya sifat lupa, lalai, mengikut hawa nafsu dan godaan syaitan.

Sesungguhnya dosa sebenarnya bukanlah perkara pelik dan mengaibkan tetapi yang aibnya ialah apabila seseorang itu kekal dalam dosa tanpa rasa ingin kembali bertaubat serta memohon ampun daripada Allah.

Oleh itu beristighfar amatlah dituntut dalam Islam kerana ia boleh menghapuskan dosa perbuatan yang dilakukan. Tetapi sayang, kita sukar sekali mengamalkan istighfar ini padahal ia sungguh ringkas dan mudah sehingga akhirnya bertambahlah dosa dilakukan lantaran kelalaian dan tabiat suka bertangguh.

Istighfar juga bukan setakat jalan untuk memohon ampun daripada Allah tetapi sebagai suatu sinar cahaya yang menerangi wajah seseorang.

Melakukan dosa biarpun yang dikatakan dosa kecil perlu dihindarkan kerana dosa kecil boleh menjadi dosa besar apabila:

Dilakukan secara berterusan dan tidak ada azam untuk meninggalkannya. Oleh sebab itu, ada yang mengatakan:
 "Tidak ada dosa kecil bersama adanya azam untuk terus melakukan, dan tidak ada dosa besar bersama adanya permohonan meminta keampunan".

Perbuatan dosa besar yang dilakukan sekali dan tidak diulangi, harapan untuk memperoleh keampunan terhadapnya lebih besar daripada dosa kecil dilakukan secara berterusan.

Jika dianggap kecil, tetapi sebaliknya, jika dianggap besar, maka ia menjadi kecil di sisi Allah kerana anggapan besar itu timbul daripada kebencian dan berpaling hati daripadanya.

 Sebahagian ulama berkata: "Jika seseorang melihat kebesaran Tuhan yang ia menderhaka dengan melakukannya, maka ia akan memandang dosa kecil menjadi besar, dan bukan sebaliknya."

Jika disertai perasaan gembira dan bermegah dengannya.

Jika menganggap ringan keampunan Allah terhadap perbuatannya, tertipu diri kerana menyangka kebolehannya untuk terus melakukan perbuatannya itu disebabkan pemeliharaan Allah terhadapnya dan merasa aman daripada azab-Nya.

Jika dizahirkan, seperti mengatakannya kepada orang lain setelah melakukannya atau sengaja melakukannya di hadapan orang lain.

Jika dilakukan oleh orang yang berilmu dan diikuti masyarakat. Oleh sebab itu, seorang ulama berkewajipan menjauhi dosa, dan menyembunyikannya jika terlajak melakukannya.

http://agamaberitaharian.blogspot.com/2008/07/amalan-istighfar-dituntut-sebagai.html


MENEPATI JANJI, BERKATA BENAR BUKTI KESEMPURNAAN

MENGHORMATI, menepati dan melaksana janji dipandang sebagai kewajipan harus diutamakan kerana ia memberi kesan mendalam kepada jiwa, memberi kedamaian dan kesejahteraan. Ia juga jalan keluar untuk memecah segala kebuntuan. Namun, ada kalangan kita masih tidak menepati apa dikata.

Firman Allah bermaksud: "Hai orang beriman mengapa kamu mengucapkan sesuatu yang tidak kamu kotakan. Besar benar dosanya di sisi Allah jika kamu mengucapkan apa yang tidak kamu kotakan itu." 
~(QS al-Munafiqun: 1-2)

Allah memerintahkan supaya setiap janji dibuat itu dipenuhi dan ditepati seperti firman-Nya bermaksud: "Hai orang beriman, tepatilah janjimu."
~ (QSal-Maidah: 1)

Menepati janji dan berkata benar bukti kesempurnaan dan keadilan seseorang. Pepatah Arab ada berkata: "Sesiapa yang bermuamalah dengan seorang lain dan tidak berlaku aniaya. Jika berbicara tidak mengatakan yang dusta dan jika berjanji tidak menyalahi maka jelaslah orang itu memiliki keperwiraan sempurna, nyata pula keadilannya dan haruslah dipereratkan persaudaraan dengannya."

Meremehkan janji atau sengaja untuk tidak menepati apa diucapkan adalah suatu dosa besar yang pasti menyebabkan kebencian dan kemarahan. Setiap manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah mengenai janji pernah dibuat sebagaimana firman-Nya yang bermaksud:
"Penuhilah janji itu, sebab janji itu akan ditanyakan." (QS al-Isra': 34)

Menepati janji sebahagian daripada iman dan balasannya adalah syurga. Firman Allah bermaksud:
"Orang mukmin ialah yang menjaga amanat serta menepati janji, menjaga solat, maka mereka itu yang akan mewarisi syurga Firdaus dan kekal mereka di situ selama-lamanya." (QS al-Mu'minum: 11)

Namun, masih ada yang petah bercakap, manis di bibir menabur seribu janji. Ada yang tidak segan silu menabur dan menjaja pelbagai janji. Malah, ada sanggup bertopeng kejujuran dan menggadai amanat dengan menabur janji demi janji hanya untuk menjaga kepentingan.

Seorang mukmin tidak mungkin akan menyalahi janjinya dan mustahil pula mengkhianati amanah kerana perbuatan itu menyebabkan kurang dihargai, malah sukar untuk dipercayai.

Suatu ketika Luqmanul Hakim pernah ditanya:
  "Apakah sebab sehingga kamu dapat mencapai kedudukanmu itu?"
Beliau menjawab: 
"Dengan benar dalam berkata-kata, dan menunaikan amanat dan meninggalkan apa bukan kepentinganku."

Ulama tabiin pernah berkata: 
"Ketahuilah "Benar" itu perhiasan wali dan
 "Dusta" itu tanda orang yang celaka."

http://agamaberitaharian.blogspot.com/2008/07/menepati-janji-berkata-benar-bukti.html

WallahHu'Alam.

. .
~***~Taman Koperasi Bena, IJOK~***~

22 August, 2011

Nikmat Allah; Nikmat Taqwa ; Rahsia Puasa ~ Renungan bersama...

Merenung Nikmat Allah

by Mohamed Ibrahim Maricar on Monday, August 22, 2011 at 8:44am

Merenung Nikmat Allah

"Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya". [Yunus:100]

Renungkan seketika dan fikir kembali atas segala kurniaan nikmat yang diberi oleh Allah kepada kita.
Allah s.w.t. berfirman :
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungkannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat)”. (Ibrahim:34)

Dan kerana itulah al-Quran selalu menyeru dan menyuruh kita agar memikirkan dan mengenali nikmat-nikmat Allah yang tidak terhingga, menghargainya, mengakui segala kurniaan kepada diri kita dan menunaikan segala kewajipan dengan mensyukuri dan memuji nikmat yang dianugerahkan oleh Allah kepada kita.

Saban masa dan ketika  kita menikmati kurniaan Allah.
Setiap detik dan saat sejak kita dilahirkan hinggalah dewasa ini, kita tidak putus-putus dikurniakan dengan pelbagai nikmat. Lantaran ianya berlaku saban masa dan menjadi sesuatu yang lumrah, lantas kita tidak perasan dan menghiraukannya. Kita seolah-olah terlupa bahawa ia adalah hadiah dan kurniaan Allah kepada kita. Begitulah perangai kita yang tidak ubah seperti kacang lupakan kulit.

Kita sering melihat manusia saling memuji apabila salah seorang di antara kita menghulurkan bantuan atau memberi derma kepada yang memerlukan. Tetapi di sebaliknya kebanyakan darinya tidak memberi pujian kepada yang lebih berhak dari mereka di atas nikmat yang telah dianugerahkan kepada manusia walaupun nikmat itu sangat besar dan berharga.

Sebaliknya segala kurniaan nikmat yang diberiNya banyak di kalangan kita menggunakannya ke arah keburukan dan membawa kepada menderhakaiNya. Kita tidak menyedari betapa bernilainya nikmat tersebut kepada kita dan setelah kehilangannya barulah ketika itu kita kembali kepada Allah dengan berdoa. Allah s.w.t. berfirman :
”Dan apa saja nikmat yang ada padamu, maka dari Allah-lah(datangnya), dan  bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan. Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudharatan itu daripada kamu, tiba-tiba sebahagian dari kamu mempersekutukan Tuhannya dengan (yang lain). Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah kami berikan kepada mereka; maka bersenang-senanglah kamu, kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).” (An-Nahl: 53-55)

Sesungguhnya di antara nikmat yang terbesar dan teragung ialah nikmat Islam. Allah s.w.t. berfirman:
”Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuredhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Ma’idah: 3)

”Sesungguhnya agama (yang diredhai) di sisi Allah hanyalah Islam.:”(Ali-Imran: 19)

”Sesiapa mencari agama[panduan/ikutan] selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” 
 (Ali-Imran: 85)

Sebahagian besar dari golongan kita tidak menyedari dan menghargai nikmat besar kerana mungkin mereka mewarisi Islam tanpa susah payah dan tidak berusaha untuk mengenal kebaikan di dunia dan akhirat. Nikmat Islam adalah segala-galanya dan tiada bandingan dengan nikmat yang lain. Hanya dengannya kita dapat merasakan kesempurnaan hidup maka kita perlu berusaha menjadi muslim yang sentiasa bersyukur kerana mendapat nikmat yang besar ini. Nikmat Islam adalah yang paling mahal dan tinggi nilainya kerana ia bukan setakat untuk di dunia tetapi berterusan hingga ke hari akhirat.

Sekali lagi kita cuba membayangkan bagaimanakah jika penglihatan kita rosak atau tidak berfungsi hingga mengganggu aktiviti harian kita? Sudah tentu segalanya akan terganggu dan terbatas. Di tambah pula dengan hilangnya pendengaran dan pita percakapan kita? Tanyalah iman kamu sejauh mana kesabaran dan keredhaan kamu terhadap apa yang menimpa kamu.
Dan Dialah(Allah) yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. [Al-Mu'minun (23) : 78]

Dengan ini marilah kita menggunakan segala nikmat-nikmat tersebut ke arah kebaikan untuk mentaati Allah. Baca dan renungilah ayat-ayat suci ini dengan memuji Allah kerana kurniaan rahmat dari-Nya.

”Hai manusia, apakah yang memperdayakan kamu (berbuat derhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuhmu) seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.”
(Al-Infithar: 6-8)

SUDAHKAH KITA BERSYUKUR?
Firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah An-Nahl ayat 18 yang tafsirnya:
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah yang dilimpahkan-Nya kepada kamu, tiadalah kamu akan dapat menghitungnya satu persatu, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani."

Sesungguhnya sudah pasti kita tidak mampu menghitung atau mengira nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada kita tanpa meminta sebarang balasan. Justeru itu perlulah kita menyedari segala nikmat yang dianugerahkan tidak kira ketika sihat, suka, senang, mudah bergerak, bercakap, melihat, mendengar dan sebagainya yang digunakan dalam kehidupan seharian kita.

Allah s.w.t. berfirman:
”Adapun manusia apabila Tuhannya menguji lalu memuliakan-Nya dan diberiNya kesenangan, maka ia berkata: ”Tuhanku telah memuliakanku. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka ia berkata: Tuhanku menghinaku.” (Al-Fajr: 15-16)

Maka perlulah kita menyedari bahawa hidup kita di dunia ini adalah ujian, kadang-kadang kita diuji dengan kebaikan atau musibah.
”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cubaan yang sebenar-benarnya; Dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiya: 35)

Setelah kita berusaha mencari dan memikirkan nikmat-nikmat ini sudah pasti seterusnya adalah menjadikan ianya bekalan iaitu ma’rifah dan jasa Allah terhadap diri kita. Dengan adanya bekalan ini, dapatlah kita menjadikan ia sebagai pendorong untuk mentaati, memuliakan, mengagungkan dan mensyukuri dengan baik kepada Allah. Seandainya Allah tidak memberikan rahmat-Nya kepada hamba-Nya, maka nikmat-nikmat itu akan berubah menjadi bala yang menyebabkan kecelakaan kepada manusia dan mendorong ke arah penderhakaan.

Sesungguhnya mensyukuri nikmat juga menunjukkan tanda hampirnya dan kecintaan seseorang kepada Allah. Orang-orang yang bersyukur memiliki kesedaran dan kemampuan untuk melihat keindahan dan kenikmatan yang dikurniakan Allah.
Wallahu Hu 'Alam.

Petikkan ~ http://www.facebook.com/notes/mohamed-ibrahim-maricar/merenung-nikmat-allah/228478023830257

~*~

Tanda-Tanda Orang Yang Bertaqwa

by Mohamed Ibrahim Maricar on Friday, August 19, 2011 at 10:12am
Tanda-Tanda Taqwa

Taqwa berasal dari perkataan waqa-yaqi-wiqoyah yang ertinya memelihara. Hujahnya ialah ayat Al Quran seperti berikut:
ياأيها الذين أمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا
Ertinya:'' Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu memelihara diri kamu dan keluarga kamu dari api Neraka.'' (At Tahrim:6)

Ittaqullah اتقوا الله membawa maksud hendaklah kamu mengambil Allah sebagai pemelihara/ pembenteng/ pelindung. Iaitu hendaklah jadikan Tuhan itu pelindung. Jadikan Tuhan itu kubu atau benteng. Bila sudah ada dalam perlindungan, kubu atau benteng Tuhan, perkara yang negatif atau berbahaya tidak akan masuk atau tembus. Atau jadikan Tuhan itu dinding dari kejahatan.

Oleh itu, kalau dikatakan ittaqullah, maknanya sebenar ialah 'hendaklah kamu mengambil Allah sebagai pemelihara'. Perkataan ittaqullah ini setiap minggu pada hari Jumaat, dilaung-laungkan di mimbar masjid namun ramai yang tidak hakikat taqwa yang sebenar nya.

KEPENTINGAN TAQWA DALAM KEHIDUPAN
1. Taqwa adalah asas tertegaknya Islam dengan segala hukum-hakam dan syariatnya.
2. Hati yang benar-benar dipenuhi dengan sifat taqwa ialah hati yang takut untuk melakukan perkara yang haram dan berusaha semestinya untuk memelihara perintah Allah (hudud Allah).
3. Taqwa boleh memelihara diri seseorang daripada terjebak dengan perkara yang hina dina dan kejahatan.
4. Taqwa adalah menjadi penghubung antara hamba dengan sang pencipta. Sentiasa muraqabah dan berhati –hati dalam semua tindak-tanduk. Sabar ketika kena bala, syukur ketika dapat nikmat dan sentiasa berzikir pagi-petang dan siang-malam.

KELEBIHAN TAQWA DAN KEDUDUKAN ORANG YANG BERTAQWA
1. Orang yang paling mulia di sisi Allah
2. Orang yang dikasihi Allah.
3. Mendapat peliharaan Allah.
4. Dipermudah segala urusan dan dimurahkan rezeki.

SIFAT@CIRI-CIRI ORANG YANG BERTAQWA
1. Melaksanakan segala kefarduan dan menjauhi perkara yang diharamkan.
2. Memelihara hak manusia dan baik pergaulan dengan mereka.
3. Bersegera bertaubat dan tidak mengekali di atas maksiat.
4. Mengasihi dan mencintai Rasulullah saw
5. Memelihara lidah daripada menyakiti orang lain.
6. Muhasabah diri.
7. Lapang dada menerima teguran dan nasihat.


MARTABAT @ TINGKATAN TAQWA.
1. Memelihara diri daripada azab yang kekal abadi dengan membersihkan diri dari sebarang bentuk syirik (taqwa iktiqadi)
2. Menjauhkan diri daripada perkara yang membawa kepada dosa sekalipun dosa kecil. (taqwa syariat). {{Sekiranya penduduk negeri beriman dan taqwa nescaya kami bukakan ke atas mereka keberkatan dari langit dan bumi.}} الأعراف: 96
3. Menyucikan sebersih-bersihnya batin hati daripada perkara yang melalaikan daripada mengingati Allah. (taqwa hakiki) {{Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada Allah}} ال عمران : 102

HAKIKAT ORANG YANG BERTAQWA
1. Orang yang takut kepada Allah samada ketika seorang diri atau ketika bersama dengan manusia lain dan samada ketika bersunyian atau terang-terangan. Perkara ini berlaku kerana ia amat-amat sedar, insaf dan yakin betapa Allah ‘rapat’ , sangat memerhatikan, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi daripada ilmu Allah samada dibumi mahupun dilangit atau dimana sahaja.
2. Keyakinan yang sangat mendalam inilah membuatkan hati hamba rasa takut, malu dan tunduk daripada melakukan perkara kejahatan walaupun si hamba memiliki segala-segalanya daripada dunia ini daripada pangkat , kekayaan dan kemegahan.

BAGAIMANA MENGHASILKAN TAQWA
1. Ilmu
2. Memelihara ibadah wajib dan membanyakkan ibadah sunat
3. Baca Quran dengan tadabbur (memahami dan merenungi ayat yang dibaca)
4. Banyakkan berdoa
5. Bersahabat dengan orang yang bertaqwa
6. Baca kisah-kisah orang yang bertaqwa
7. Tiada berlebih-lebihan dalam perkara harus
8. Menjauhi perkara yang syubuhat (tidak jelas kehalalan sesuatu)
9. Sentiasa mengingati saat yang cemas dan menakutkan berdiri sebagai hamba yang penuh dengan kelalain, kemaksiatan zahir dan batin di hadapan Allah zat yang maha suci daripada segala kekurangan lagi zat yang bersifat dengan segala sifat kesempurnaan.

وَمَن يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

Dan Sesiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.
[Luqman (31) : 22]


أللهم أغننى بالعلم وزينى بالحلم وأكرمنى بالتقوى و جملنى بالعافية
“ Ya Allah Ya Tuhanku! Kayakan daku dengan Ilmu, Hiasilah diriku dengan sopan santun, Muliakan daku dengan Taqwa dan Perindahkan daku dengan kesihatan

Hasil tulisan Ustaz Muhammad Fuad Al-Jempoli
Petikkan ~ http://www.facebook.com/note.php?note_id=266408116703914

~*~*~*~

Kajian sains dan ilmu moden berkenaan kelebihan puasa

by Mohamed Ibrahim Maricar on Wednesday, August 10, 2011 at 9:31am

"Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepadaNyalah kamu akan dikumpulkan." (QS Al Anfaal : 24)

Kajian sains dan ilmu moden berkenaan kelebihan puasa
Para penyelidik ilmu perubatan telah membuktikan bahawa puasa dapat membuang toksik / racun2 dari badan dan secara tidak langsung dapat meningkatkan sistem imunisasi tubuh dalam melawan penyakit.
Menurut Dr. Mac Fadon, seorang doktor dari Amerika, 
“Puasa adalah seperti tongkat ajaib yang dapat menyembuhkan 
penyakit yang membabitkan perut.”

Banyak kejayaan beliau mengubati pesakit2nya dengan menganjurkan mereka agar berpuasa sebagai alternatif kepada ubat2 moden. Dan puasa bukan sahaja dapat menjaga kesihatan dan melawan penyakit bahkan dapat juga menajamkan minda kita.

Dalam ilmu biologi, ketika perut dan usus melakukan proses pencernaan, otak tidak dapat berfungsi dengan baik. Ini kerana tenaga dan pengaliran darah tertumpu kepada kerja-kerja penghadaman makanan. Sebab itulah apabila kita makan sampai terlalu kenyang, otak kita akan menjadi lemah untuk berfikir dan tubuh pun akan rasa mengantuk dan malas. Ketika berpuasa, tenaga dan pengaliran darah tertumpu kepada otak. Ini menjadikan otak dapat bekerja dengan lancar dan memberi peluang kepada diri kita untuk melaksanakan aktiviti-aktiviti yang menggunakan mental dan fizikal yang berkesan.

Dr. Alan Cott, Seorang pakar perubatan Amerika Syarikat melaporkan terhadap penyelidikan psikologi membuktikan bahawa puasa mempengaruhi darjah kecerdasan seseorang. Ujian dilakukan terhadap sekumpulan orang yang rajin berpuasa dan sekumpulan orang yang tidak berpuasa. Keputusannya, ternyata menunjukkan bahawa orang yang rajin berpuasa memperolehi skor (markah) yang jauh lebih tinggi dalam ujian berbanding dengan orang yang tidak berpuasa.

Puasa juga insyaAllah dapat menyembuhkan pelbagai penyakit. Suatu kongres antarabangsa bertemakan “Kesihatan dan Ramadhan” telah diadakan di Casablanca, Morocco pada tahun 1996. Pakar-pakar perubatan dari seluruh dunia telah membentangkan lebih kurang 50 kajian ketika itu. Kesemua kajian itu mengesahkan puasa mampu mencegah serta menyembuhkan pelbagai jenis penyakit yang dihidapi manusia. Kesimpulan kongres itulah yang menekankan,
"4 fadhilat berpuasa dari sudut kesihatan yang jelas iaitu, 
menurunkan gula darah, tekanan darah, lipid darah dan berat badan."

Sedangkan dunia perubatan pula telah mengenal pasti pelbagai punca penyakit yang dialami masyarakat dunia masa kini dan antara penyakit yang paling kerap berlaku di dunia masa kini menurut Pertubuhan Kesihatan SeDunia ialah disebabkan sindrom metabolik. Sindrom ini meliputi 4 masalah iaitu:
(1) glukos darah tinggi 
(2) Tekanan darah tinggi 
(3) Lipid darah tinggi dan 
(4) lebih berat badan atau obesiti.
Dengan hanya meneliti penyakit utama dunia kini dan kesan puasa pada tubuh badan dapatlah kita simpulkan bahawa berpuasa adalah sangat bersesuaian untuk mencegah penyakit sindrom metabolik yang melanda dunia masa kini.

Al-Harits seorang doktor Arab mengatakan :
“Yang banyak membunuh manusia adalah kerana manusia suka memasukkan makanan pada perut sebelum makanan dalam perut dicerna.”

Dr. Alexis Carel seorang doktor antarabangsa dan pernah memperolehi penghargaan nobel dalam bidang kedoktoran telah menyatakan bahawa dengan berpuasa dapat membersihkan pernafasan.
Puasa dapat menambahkan kesegaran dan kesihatan pada tubuh, kerana perut yang sentiasa bekerja memproses makanan juga perlu berhenti bekerja buat sementara waktu. Dan ketika berpuasa itu lah perut kita berehat dan mendapat kesegaran semula untuk bekerja kemudiannya. Sama juga ibaratnya seperti enjin kereta yang mungkin tidak tahan lama jika dipaksa untuk sentiasa berjalan tanpa henti.

Saranan Rasulullah S.a.w , sahabat dan ulamak berkenaan puasa
Menahan lapar di bulan puasa ataupun diluar bulan puasa mengandungi faedah dan manfaat yang sangat besar untuk kesihatan badan dan kesihatan hati manusia. Hal ini sudah diterangkan oleh Rasulullah  S.a.w dan telah dicontohkan oleh baginda dan keluarganya;
Rasulullah  S.A.W bersabda:
“Berpuasalah supaya kamu sihat.” HR Abu Naiim

Sabdanya lagi yg bermaksud,
“Puasa adalah pelindung”HR Muslim, Ahmad, dan an-Nasa`

Sayyidatina Aisyah rodhiyallohu anha berkata :
مَا شَبِعَ آلُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ خُبْزِ شَعِيرٍ يَوْمَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ حَتَّى قُبِضَ
“Keluarga Muhammad tidak pernah kenyang 
walaupun dengan roti gandum dua hari berturut-turut
sampai beliau wafat.” (Muttafaqun alaihi)

Nabi S.a.w bersabda :
أَكْثَرَهُمْ شِبَعًا فِي الدُّنْيَا أَطْوَلُهُمْ جُوعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Orang yang paling banyak kenyang di dunia adalah yang
paling lama lapar di akhirat.” Hadith Riwayat Al-Bazzar

Al-Imam Ath-Thabrani juga meriwayatkan dengan sanad hasan yang bermaksud;
“Orang yang banyak kenyang di dunia mereka adalah orang yang banyak lapar di akhirat.”

Al-Imam Al-Baihaqi meriwayatkan :
‘Dunia adalah penjaranya orang mukmin dan syurganya orang kafir.”

Al-Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Rasulullah bahawa baginda bersabda :
خَيْرٌ القُرُوْنِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَأْتِيْ قَوْمٌ يَشْهَدُوْنَ وَلاَيَسْتَشْهَدُوْنَ وَيَنْذُرُوْنَ وَلاَ يُوْقُوْنَ وَيَظْهَرُوْنَ فِيْهِمُ السِّمَنُ
“Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian generasi berikutnya kemudian berikutnya. Kemudian akan datang suatu kaum mereka memberikan persaksian padahal tidak diminta persaksiannya. Mereka banyak bernadzar tetapi tidak menunaikannya. Dan banyak di kalangan mereka orang-orang gemuk/ gendut.

Al-Imam Thabrani dan Ibnu Abi Dunya meriwayatkan hadits :
“Akan terjadi pada ummatku seseorang memakan semua jenis makanan,
meminum semua jenis minuman, memakai semua jenis pakaian dan
banyak berbicara. Maka mereka itulah paling buruknya ummatku.”

Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan hadits :
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
“ Tidaklah Bani Adam memenuhi kantung yang lebih buruk dari perutnya,
hendaknya Bani Adam makan sekadar menegakkan punggungnya,
jika tidak dapat tidak (terpaksa) maka makanlah sepertiga makanan
sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Imam Tirmidzi)

Setelah membawakan sebahagian hadits-hadits di atas, Al-Imam Ash-shon’ani rahimahullah berkata :“Hadits ini menunjukkan atas tercelanya banyak makan dan kenyang kerana menimbulkan berbagai penyakit dan memberatkan seseorang untuk melaksanakan hukum syar’i/ ibadah.”

Manfaat lapar untuk kesihatan hati
Adapun manfaat lapar untuk kesihatan hati, para ulama telah menerangkannya : Luqman Al-Hakim menasihati anaknya, 
“Wahai anakku, apabila perut dipenuhi makanan,
maka gelaplah fikiran, bisulah lidah dari menuturkan hikmah (kebijaksanaan)
dan malaslah segala anggota badan untuk beribadah.”

Abdullah bin Mas’ud berkata,
"Empat perkara yang mengelapkan hati atau melembapkan otak :
Perut yang terlalu kenyang
berkawan dengan orang yang suka membuat maksiat, 
tidak insaf terhadap dosa-dosa yang lalu dan
panjang angan-angan.”

Berkata Dzunnun ‘ailaihissalam : 
“Saya tidak pernah kenyang kecuali saya berbuat maksiat atau berkeinginan untuk bermaksiat”.

Berkata ‘Aisyah radiyallahu ‘anha: 
“Bid’ah pertama yang terjadi setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah kenyang sesungguhnya suatu kaum ketika kenyang perutnya keras nafsunya untuk mendapatkan dunia”

Berkata al Imam ash Shan’ani rahimahullah :
“Sesungguhnya lapar itu adalah penjaga dari penjagaan Allah dan
pertama yang terhindar dengan lapar adalah dorongan syahwat jima’ dan
syahwat berbicara kerana bagi orang yang lapar tidak ada keinginan untuk berbicara kecuali sangat penting sehingga dia terhindar dari berbagai penyakit lisan, pada orang yang lapar juga tidak bangkit padanya syahwat jima’nya sehingga terhindar dari penyaluran syahwat yang diharamkan, orang lapar juga sedikit tidur kerana orang yang banyak makan dan minum akan banyak tidur yang dapat membawa kepada kerugian di dunia dan akhiratnya, terluput dari berbagai kemanfataan duniawi dan ukhrowi”.

Berkata Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah : 
“Lapar itu menyebabkan lembutnya hati,
kuatnya pemahaman, 
lembutnya jiwa,
lemahnya nafsu dan kemarahan. 
Sedangkan kenyang menyebabkan sebaliknya.”

Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : 
“Wahai Bani Adam, makanlah sepertiga perutmu, minumlah sepertiga perutmu dan biarkan sepertiga untuk bernafas dan berfikir.”

Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahawa Ibnu Umar berkata :
“Aku tidak pernah kenyang sejak aku masuk Islam.”

Diriwayatkan dari Amir bin Qois , bahawa dia berkata : 
“Jauhilah oleh kalian kenyang, kerana kenyang itu mengeraskan hati.”

Telah berkata Malik bin Dinar rahimahullah :
Tidak semestinya, seorang mukmin menjadikan perutnya paling besar cita-citanya dan menjadikan syahwatnya menguasai dirinya.”

Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah : 
“Adalah bapa kita Adam diuji dengan makan, dan terus kalian akan diuji dengan makan sampai hari kiamat.”
Beliau juga berkata :“Sesiapa mampu menguasai perutnya maka dia akan mampu menguasai amal sholehnya.”
Beliau berkata lagi :Tidaklah HIKMAH itu berada di perut yang penuh.


Diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Abi Dawud bahawa telah dikatakan padanya :
“Lapar itu banyak menolong seseorang bersegera melakukan kebaikan.”

Berkata Abu Imran Al-Juwaini :
“Sesungguhnya nafsu, jika lapar dan haus maka bersih hati dan
lembut dan jika perut kenyang dan lega maka hatinya buta.”
Beliau berkata :“Kunci dunia adalah kenyang dan 
kunci akhirat adalah lapar, dan 
pangkal segala kebaikan dunia dan akhirat adalah takut kepada Allah. 
Sesungguhnya Allah memberikan dunia ini kepada orang yang dicintai dan yang tidak, dan sesungguhnya lapar itu di sisi Allah ada simpanan yang ditunda dan tidak diberikan kecuali kepada orang yang dicintai-Nya.”


Berkata Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah :
“Saya tidak pernah kenyang selama 16 tahun, kerana 
kenyang itu memberatkan badan, 
menghilangkan kecerdasan, 
membuat banyak tidur dan melemahkan seseorang untuk melakukan ibadah.”

“Bukanlah puasa itu hanya sekadar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor.”
(H.R.Ibnu Khuzaimah)

Demikian kehidupan Rasulullah dan para shahabat. Beliau dan para shahabatnya lebih memilih banyak lapar dari pada kenyang kerana kefahamannya terhadap faedah lapar dan bahaya kenyang, lebih memilih mengekang syahwatnya daripada menurut syahwat, dan bukannya pada mereka tidak ada makanan tetapi beliau lebih memilih keadaan yang lebih baik dan lebih sempurna daripada lawannya. 
Mereka makan dan minum sekadar dapat melaksanakan ibadah, kerana hanya untuk itu (untuk beribadah) diciptakannya jin dan manusia.
Seringnya Rasulullah makan tiga hari sekali sampai wafat bukan makan sehari tiga kali seperti budaya kita.

Rahsia-rahsia puasa dan syarat-syarat kebatinannya menurut Imam AlGhazali
Semua ada enam iaitu:
1. Memejamkan mata dan menahannya dari meluaskan pemandangan kepada segala perkara yang tercela dan dibenci oleh agama dan juga kepada segala sesuatu yang boleh menganggu hati, seperti melalaikannya dari berzikir dan mengingat kepada Allah.
2. Memelihara lidah dari bersembang kosong, berbohong, mencaci maki, bercakap kotor, menimbulkan permusuhan dan riya’.
3. Memelihara pendengaran dari mendengar hal-hal yang dilarang dan dibenci, sebab setiap yang haram diucapkan haram pula didengarkan. Dan kerana itu jugalah Allah s.w.t telah menyamakan pendengaran kepada sesuatu semacam itu dengan memakan barang-barang yang diharamkan, sebagaimana dalam firmanNya yang bermaksud:
“Mereka itu suka mendengar perkara yang bohong dan memakan barang yang haram.”
(al-Maidah: 42)
4. Memelihara seluruh anggota yang lain dari membuat dosa seperti tangan dan kaki dan memeliharanya juga dari segala yang dibenci. Demikian pula menahan perut dari memakan barang-barang yang bersyubhat waktu berbuka puasa. Apalah gunanya berpuasa dari makanan yang halal, kemudian dia berbuka pula, dia memakan makanan yang haram. Orang berpuasa seperti ini, samalah seperti orang yang membangunkan sebuah istana yang indah, kemudian dia menghancurkan sebuah kota. Rasulullah s.a.w bersabda:
“Ada banyak orang yang berpuasa tetapi ia tiada memperolehi dari puasanya itu selain dari lapar dan dahaga (yakni tiada mendapat pahala).”
Ada yang mengatakan bahawa orang itu adalah orang yang berbuka puasanya dengan makanan yang haram. Yang lain pula mengatakan orang itu ialah orang yang menahan dirinya berpuasa dari makanan yang halal, lalu ia berbuka dengan memakan daging manusia; iaitu mencaci maki orang kerana yang demikian itu adalah haram hukumnya. Ada yang mengertikannya dengan orang yang tiada memelihara anggota-anggotanya dari dosa.

5. Janganlah dia membanyakkan makan waktu berbuka puasa, sekalipun dari makanan yang halal, sehingga terlampau kenyang, kerana tidak ada bekas yang paling dibenci oleh Allah s.w.t. daripada perut yang penuh dari makanan yang halal. Cubalah renungkan, bagaimanakah dapat menentang musuh Allah (syaitan) dan melawan syahwat kiranya apa yang dilakukan oleh orang yang berpuasa waktu berbuka itu, ialah mengisikan perut yang kosong itu dengan berbagai makanan semata-mata kerana dia tidak mengisikannya di waktu siang tadi. Kadangkala makanan-makanan yang disediakan itu berbagai-bagai rencamnya sehingga menjadi semacam adat pula kemudiannya.
Akhirnya dikumpulkanlah bermacam ragam makanan untuk persediaan menyambut Ramadhan, dan dihidangkan pula dalam satu bulan itu bermacam-macam makanan yang tidak pernah dihidangkan dalam bulan-bulan sebelumnya.
Sebagaimana yang termaklum bahawa maksud puasa itu adalah menahan selera dan mengekang nafsu, agar diri menjadi kuat untuk taat dan bertaqwa kepada Allah. Tetapi kalaulah hanya sekadar mengekang perut di siang hari hingga ke masa berbuka, lalu membiarkan syahwat berlonjak-lonjak dengan kemahuannya kepada makanan, dan dihidangkan pula dengan berbagai-bagai makanan yang lazat-lazat, sehingga perut kekenyangan, tentulah perut akan bertambah keinginannya kepada makanan-makanan itu. Malah akan timbul syahwat pula keinginan yang baru, yang kalau tidak dibiasakan sebelumnya mungkin ia tetap pada kebiasaannya.
Semua ini adalah bertentangan dengan maksud dan tujuan puasa yang sebenarnya. Sebab hakikat puasa dan rahsianya adalah untuk melemahkan kemahuan dan keinginan, yang digunakan oleh syaitan sebagai cara-cara yang menarik manusia kepada berbagai kejahatan. Padahal kemahuan dan keinginan ini tidak dapat ditentang, melainkan dengan mengurangkan syahwat. Sesiapa yang menjadikan di antara hatinya dan dadanya tempat untuk dipenuhi dengan makanan, maka ia terlindung dari kerajaan langit.

6. Hendaklah hatinya merasa bimbang antara takut dan harap kerana ia tiada mengetahui apakah amalan puasanya itu diterima oleh Allah, sehingga tergolongnya ia ke dalam puak muqarrabin (hampir kepada Allah) ataupun puasanya tertolak maka terkiralah ia ke dalam golongan orang yang terjauh dari rahmat Allah Ta’ala. Perasaan seumpama ini seharusnya sentiasa ada pada diri seseorang, setiap kali selesai melakukan sesuatu ibadat kepada Allah Ta’ala.

Penutup
Semoga kita diberikan kekuatan dan kerajinan untuk berpuasa dan menambahkan ibadah2 lain di bulan Ramadhan yang mulia ini. Lebih2 lagi bulan Ramadhan ini lah digarinya para syaitan dari golongan jin dari menghasut manusia dan adanya malam Lailatul Qadar iaitu satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, masyaAllah. Semoga kita dapat beribadah dengan baik di malam tersebut dan dikurniakan oleh Allah pahala agar dapat terselamat kita semua dari nerakaNya, amiin.
Tidak lupa kepada para perokok2, bulan Ramadhan ini lah peluang anda untuk belajar berhenti menghisap rokok kerana di siang hari anda sudah tidak dapat hisap rokok. Dan jangan pula di malam harinya anda membalas dendam apa yang anda tidak boleh lakukan pada waktu siang itu. Sebaliknya cuba makan makanan yang dapat membantu lagi untuk membuang toksik / racun dalam badan anda.
Sekiranya racun2 itu sudah tiada lagi, maka insyaAllah anda tidak akan ketagih lagi.
Pengalaman saya sendiri, saya cuba melawan selama hampir sebulan sahaja untuk berhenti merokok dengan tidak menyentuhnya langsung. Selepas itu anda tidak akan rasa mahu merokok lagi malahan akan rasa muak dengan asap rokok kerana badan anda sudah tiada kandungan racun2 yang menyebabkan ketagihan itu.
Ketahuilah, ramai perokok yang sudah berjaya berhenti merokok pada bulan Ramadhan, maka saya harap kali ini giliran anda pula. Saya pun sudah hampir 3 tahun berhenti merokok dan insyaAllah saya sudah tidak mahu menyentuhnya lagi. Nak seribu daya, tak nak seribu dalih! Selamat berhenti merokok kerana merokok boleh mendatangkan MUDARAT kepada anda segala penyakit yang merbahaya bukan sahaja kepada diri anda tetapi juga orang lain. Adakah anda mahu menanggung dosa terhadap orang lain itu? Mudah2an Allah membantu memudahkan usaha anda untuk berhenti merokok, Amiiin..!
Dan semoga segala ibadah kita  diterima di sisi Allah sebagai ibadah yang diredhai Allah.

sumber > https://hikmatun.wordpress.com/2008/08/31/hikmah-puasa-menjaga-kesihatan-dan-melawan-penyakit-rohani-dan-jasmani/#more-1439


Petikkan ~ http://www.facebook.com/note.php?note_id=257307267613999

http://www.scribd.com/fullscreen/53605402?access_key=key-g9vnrzxcma6bv38yrw6


 
HUBUNGAN  KEBIASAAN  MEROKOK DAN  KELEMBABANRUMAH DENGAN KEJADIAN TB (TUBERCOLUSIS) 
PARUDI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IRING
MULYO KECAMATAN 
METRO TIMUR 
KOTA METRO  TAHUN 2011
 
Oleh: FITRIANA DWI FIDIAWATINIM 08 330 018PROPOSAL 
KARYA TULIS ILMIAHKEMENTERIAN KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIAPOLITEKNIK KESEHATAN
TANJUNG KARANG 
JURUSAN KESEHATAN 
LINGKUNGAN
TAHUN 2011
 
3
BAB IPENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus di wujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesiasebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar  Negara Republik Indonesia Tahun 1945.Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajatkesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis(UU RI No. 36/09, II :(3)).Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan olehkuman Microbacterium Tuberculosis (TBC). Sebagian besar kuman TBCmenyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Kuman TBC ini berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. Oleh karena itu disebut juga sebagai basil tahan asam (BTA). KumanTBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman inidapat dorman, tertidur lama selama bebrapa tahun. (Depkes RI, 2002 : 9)Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1995, penyakit TBC merupakan penyebab kematian nombor tiga setelah penyakit jantung.

Rokok dan Tuberkulosis Paru
* Tjandra Yoga Aditama

TUBERKULOSIS (TB) dan kebiasaan merokok merupakan dua masalah besar dunia, dan keduanya merupakan agenda penting WHO dewasa ini. Keduanya juga merupakan semacam paduan dari gambaran penyakit menular penting (tuberkulosis paru) serta kebiasaan merokok yang banyak berhubungan dengan kejadian penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, asma, dan kanker paru. Yang kemudian jadi menarik karena ternyata ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan penyakit infeksi, dalam hal ini tuberkulosis paru. Hal ini jadi amat penting khususnya bagi Indonesia yang merupakan penyumbang kasus TB ketiga terbanyak di dunia dan juga memiliki jumlah perokok nomor lima paling besar di dunia, dua "prestasi" yang tidak perlu kita banggakan!

Tuberkulosis

Dewasa ini sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi tuberkulosis. Setiap tahun ada sekitar 8 juta penderita baru TB dan hampir 3 juta orang yang meninggal di seluruh dunia akibat penyakit ini. Paling sedikit satu orang akan terinfeksi TB setiap detik dan setiap 10 detik akan ada satu orang yang mati akibat TB di dunia. TB membunuh hampir dari satu juta wanita setahunnya, lebih tinggi dari kematian wanita akibat proses kehamilan dan persalinan dan TB membunuh 100.000 anak setiap tahunnya.

Khusus untuk Indonesia, data WHO baru-baru ini menunjukkan bahwa negara kita adalah penyumbang kasus terbesar ke tiga di dunia, setelah India dan Cina. Setiap tahunnya jumlah penderita baru TB menular adalah 262.000 orang dan jumlah seluruh penderita baru adalah 583.000 orang per tahunnya. Diperkirakan, sekitar 140.000 orang Indonesia yang meninggal setiap tahunnya akibat tuberkulosis ini.

Sampai hari ini belum ada satu negara pun di dunia yang telah bebas TB. Bahkan untuk negara maju, yang pada mulanya angka tuberkulosis telah menurun, tetapi belakangan angka ini naik lagi sehingga TB disebut sebagai salah satu reemerging disease. Untuk Indonesia TB bukanlah reemerging diseases. Penyakit ini belum pernah menurun jumlahnya di negara kita dan bukan tidak mungkin bahkan meningkat.

WHO menyatakan bahwa bila situasi penanggulangan TB tetap seperti sekarang ini maka jumlah kasus TB di dunia tahun 2020 akan meningkat menjadi 11 juta jiwa, artinya 200 juta kasus TB dalam dua dekade pertama abad 21 ini. Jumlah kasus TB akan terus meningkat, dari 8,8 juta kasus di tahun ini 1995 menjadi 10,2 juta kasus di tahun 2000 dan 11,9 juta kasus TB baru di tahun 2005.

Rokok

Pada tahun 600 sebelum Masehi, tanaman tembakau mulai ditanam di Amerika Serikat, dan pada tahun 1 penduduk Amerika mulai merokok. Sementara itu, di tahun 600, seorang filosof Cina bernama Fang Yizhi mulai menyebutkan bahwa kebiasaan merokok dalam jangka lama akan dapat merusak paru. Tahun 1729 tercatat sebagai tahun pertama ada aturan tertulis larangan merokok, yaitu di tempat-tempat ibadah di negara Bhutan. Pada tahun 1761 dilakukan studi pertama tentang dampak merokok yang dilakukan oleh John Hill. Di tahun 1950 diterbitkan 2 publikasi utama tentang hasil penelitian dampak merokok bagi kesehatan dan di tahun 1981 dilakukan penelitian besar tentang dampak merokok pasif oleh Hirayama di Jepang.

Sejarah panjang kebiasaan merokok di atas ternyata terus berlanjut. Dewasa ini di seluruh dunia diperkirakan terdapat 1,26 miliar perokok, lebih dari 200 juta di antaranya adalah wanita. Data WHO menyebutkan, di negara berkembang jumlah perokoknya 800 juta orang, hampir tiga kali lipat negara maju. Konsumsi rokok per kapitanya mencapai 1370 batang per tahun, dengan kenaikan 12 persen hingga tahun 2000. Setiap tahun tidak kurang dari 700 juta anak-anak terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif. Setiap tahun ada 4 juta orang yang meninggal akibat kebiasaan merokok, sekitar 70 persen di antaranya terjadi di negara-negara maju. Kerugian ekonomi akibat rokok setahunnya adalah tidak kurang dari 200 miliar dollar Amerika. Kalau tidak ada penanganan memadai, maka di tahun 2030 akan ada 1,6 miliar perokok (15 persen di antaranya tinggal di negara-negara maju), 10 juta kematian (70 persen di antaranya terjadi di negara berkembang) dan sekitar 770 juta anak yang menjadi perokok pasif dalam setahunnya. Dua puluh sampai 25 persen kematian di tahun itu dapat terjadi akibat rokok.

Setiap hari lebih dari 15 miliar batang rokok dihisap di dunia. Indonesia menduduki peringkat ke-5 dalam konsumsi merokok di dunia. Data terakhir yang dipublikasi WHO tahun 2002 menyebutkan bahwa Indonesia setiap tahunnya mengonsumsi 215 miliar batang rokok, nomor 5 di dunia setelah Cina (1.643 miliar batang), Amerika Serikat (451 miliar batang), Jepang (328 miliar batang), dan Rusia (258 miliar batang). Sekitar 20 persen pelajar SLTP di Jakarta adalah perokok.


Hubungan rokok & TB

Hasil penelitian ternyata menghubungkan kebiasaan merokok dengan terjadinya serta proses perjalanan penyakit tuberkulosis paru. Penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna antara prevalensi reaktifitas tes tuberkulin (tes untuk mengetahui seseorang terinfeksi TB) dan kebiasaan merokok. Mereka yang merokok 3-4 kali lebih sering positif tesnya, artinya 3-4 kali lebih sering terinfeksi TB daripada yang tidak merokok. Penelitian lain menunjukkan hubungan antara kebiasaan merokok dengan aktif tidaknya penyakit tuberkulosis, serta faktor risiko terjadinya tuberkulosis paru pada dewasa muda, dan terdapat dose-response relationship dengan jumlah rokok yang dihisap per harinya. Penelitian lain menemukan bahwa anak yang terpapar asap rokok (perokok pasif) ternyata juga lebih sering mendapat TB nantinya.

Juga ditemukan bahwa TB pada perokok lebih menular daripada penderita TB yang tidak merokok, kebiasaan merokok juga merupakan faktor dalam progresivitas tuberkulosis paru dan terjadinya fibrosis. Secara umum, perokok ternyata lebih sering mendapat TB dan kebiasaan merokok memegang peran penting sebagai faktor penyebab kematian pada TB. Kebiasaan merokok membuat seseorang jadi lebih mudah terinfeksi tuberkulosis, dan angka kematian akibat TB akan lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Di India tuberkulosis adalah salah satu penyebab utama kematian para perokok. Sekitar 20 persen kematian akibat tuberkulosis di India berhubungan dengan kebiasaan merokok mereka. Kita belum punya angka serupa untuk Indonesia, tetapi diperkirakan masalahnya tentu juga akan besar pula.

Mengapa merokok memperburuk tuberkulosis? Kebiasaan merokok akan merusak mekanisme pertahanan paru yang disebut muccociliary clearance. Bulu-bulu getar dan bahan lain di paru tidak mudah "membuang" infeksi yang sudah masuk karena bulu getar dan alat lain di paru rusak akibat asap rokok. Selain itu, asap rokok meningkatkan tahanan jalan napas (airway resistance) dan menyebabkan "mudah bocornya" pembuluh darah di paru, juga akan merusak makrofag yang merupakan sel yang dapat me-"makan" bakteri pengganggu. Asap rokok juga diketahui dapat menurunkan respons terhadap antigen sehingga kalau ada benda asing masuk ke paru tidak lekas dikenali dan dilawan. Secara biokimia asap rokok juga meningkatkan sintesa elastase dan menurunkan produksi antiprotease sehingga merugikan tubuh kita.

Pemeriksaan canggih seperti gas chromatography dan mikroskop elektron lebih menjelaskan hal ini dengan menunjukkan adanya berbagai kerusakan tubuh di tingkat bio molekuler akibat rokok.


Program bersama

Kebiasaan merokok meningkatkan angka kematian akibat TB sebesar 2,8 kali. Angka ini cukup tinggi bila dibandingkan dengan peran merokok untuk meningkatkan kematian akibat penyakit jantung iskemik (1,6 kali) dan penyakit serebrovaskuler/stroke (1,5 kali), walaupun memang jauh lebih rendah dari perannya mengakibatkan kematian akibat kanker paru yang 15 kali lebih sering pada perokok dibandingkan bukan perokok. Untuk Indonesia perlu dilakukan penelitian lebih lanjut antara kebiasaan merokok-khususnya kretek-dan tuberkulosis ini.

Sementara itu, perlu adanya program penanggulangan bersama antara TB dan rokok. Saat ini kita telah punya program penanggulangan TB paru yang secara umum ditangani pemerintah dengan dibantu masyarakat. Program ini telah lama dilaksanakan, telah lebih tertata, kendati sampai saat ini belum mampu juga menurunkan jumlah kasus TB secara berarti. Di pihak lain, program penanggulangan rokok bahkan tampaknya belum tertata jelas di negara kita. Seyogianya kedua program ini dapat saling memperkuat satu dengan lainnya. Efektivitas dan efisiensi sumber daya dapat lebih dijamin, mengingat asap rokok masuk tubuh melalui paru dan TB juga sebagian besar ada di paru. Penderita TB harus diminta untuk segera berhenti merokok.

Para perokok juga harus diminta segera berhenti merokok agar mereka tidak jatuh sakit-kebiasaan merokok berhubungan dengan 25 penyakit-termasuk mendapat TB. Kalau saja kita hanya berpangku tangan maka adanya hubungan saling memperkuat antara kebiasaan merokok dan tuberkulosis akan merusak derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Tjandra Yoga Aditama, Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI/RS Persahabatan, Jakarta

Petikkan~ http://zulfadlianisyam.blogspot.com/2007/12/artikel-rokok-dan-tuberkulosis.html


Hubungan Rokok dan TBC



Banyak orang, terutama perokok, bakal menyangkal keras perselingkuhan antara rokok dan TBC. Percayalah, sudah banyak fakta mengungkapkan bahwa kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko TBC.

Fakta berbicara, tembakau merupakan penyebab kematian lima terbesar di dunia. Satu di antara 10 kematian orang dewasa di seluruh dunia disebabkan kebiasaan merokok (sekitar 5 juta kematian tiap tahun). Bila pola merokok ini terus berlanjut, sampai tahun 2020 diperkirakan akan ada 10 juta kematian.

Setidaknya kini lebih dari 1 miliar orang termasuk pemakai tembakau aktif (70 persen di antaranya berada di negara berpenghasilan rendah) di mana setengahnya akhirnya meninggal oleh tembakau. Tak heran, dalam 50 tahun ke depan diperkirakan 450 juta orang akan meninggal karena tembakau.

Selain itu, tembakau -sebutan lain rokok- merupakan faktor risiko keempat timbulnya semua jenis penyakit di dunia. Pemakaian tembakau merupakan penyebab utama kematian pada penyakit berat seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kanker paru, aneurisma aorta, penyakit jantung koroner, kanker kandung kemih, kanker saluran pernapasan bagian atas, dan kanker pankreas.

Hasil survei tahun 2006 menyebutkan, di Indonesia jumlah seluruh perokok tak kurang dari 160 juta orang (hampir 70 persen dari populasi) dan sekitar 22,6 persen dari 3.320 kematian disebabkan penyakit yang berkaitan dengan kebiasaan merokok.

Kenyataan lain memperlihatkan kondisi memprihatinkan, lebih dari 45 juta anak (usia 0-14 tahun) tinggal bersama perokok. Padahal, anak-anak yang kerap terpapar asap rokok akan mengalami pertumbuhan paru yang kurang normal dan lebih mudah terkena infeksi saluran pernapasan serta penyakit asma.



Terbukti Berhubungan

Lalu, benarkah TBC berselingkuh dengan perokok? Jawabannya, tidak selalu benar, meski kecenderungannya ternyata cukup tinggi. Hal itu dibuktikan oleh beberapa penelitian, di antaranya seperti yang dilakukan Hsien-Ho Lin dan timnya dari Harvard School of Public Health, Amerika Serikat.

Lin menyatakan bukti hubungan antara kebiasaan merokok, perokok pasif, dan polusi udara di dalam ruangan dari kayu bakar dan batu bara terhadap risiko infeksi, penyakit, dan kematian akibat TBC. Dari sekitar 100 orang yang diteliti, ditemukan yang merokok tembakau dan menderita TBC sebanyak 33 orang, perokok pasif dan menderita TBC 5 orang, dan yang terkena polusi udara dan menderita TBC 5 orang.

Penelitian lain dilakukan di Afrika Selatan menunjukkan kaitan antara perokok pasif dan meningkatnya risiko infeksi Mycobacterium tuberculosis pada anak yang tinggal serumah dengan penderita TBC.

Dr. Saskia den Boon dari KNCV Tuberculosis Foundation di Belanda menulis hasil penelitian mereka dalam jurnal Pediatric edisi April 2007. Ia mengungkapkan tuberkulosis dan merokok merupakan dua masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Kaitan perokok pasif dan infeksi TBC pada anak menjadikannya bahan pemikiran yang sangat penting, mengingat tingginya prevalensi merokok dan tuberkulosis di negara berkembang.

Di India, merokok diperkirakan mampu membunuh hampir satu juta warganya di usia produktifnya pada 2010. Penelitian itu juga menunjukkan, kebiasaan tersebut menjadi penyebab utama kematian pada penderita TBC, penyakit saluran pernapasan, dan jantung.

Di Indonesia, sejauh ini memang belum ada penelitian resmi yang mengungkapkan "perselingkuhan" antara rokok dan TBC, tetapi fakta di lapangan dapat memberikan gambaran bahwa hubungan itu memang ada. Setidaknya prevalensi penderita TBC yang berobat di pusat pengobatan TBC RS Persahabatan yang punya kebiasaan merokok lebih besar dibandingkan yang tidak.

Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K). DTM&H, MARS, dari Departemen Kesehatan  meyakini bahwa merokok terkait dengan kejadian TBC.



Rusak Pertahanan Paru

Studi pada pekerja perkebunan di California, AS, menemukan hubungan bermakna antara prevalensi reaktivitas tes tuberkulin dan kebiasaan merokok. Pada bekas perokok, hubungan ini lebih kuat daripada mereka yang masih merokok. Data lain menunjukkan hubungan antara kebiasaan merokok dengan tuberkulosis aktif, hasilnya hanya bermakna pada mereka yang telah merokok lebih dari 20 tahun.

Di AS, para perokok yang telah merokok 20 tahun atau lebih ternyata 2,6 kali lebih sering menderita TBC daripada yang tidak merokok. Kebiasaan merokok meningkatkan mortalitas akibat TBC sebesar 2,8 kali.

Angka ini cukup tinggi bila dibandingkan dengan rasio mortalitas pada penyakit jantung iskemik (1,6 kali) dan penyakit serebrovaskular (1,5 kali), walaupun memang jauh lebih rendah dari rasio mortalitas akibat kanker paru, yang 15 kali lebih sering pada perokok dibandingkan bukan perokok.

Kaitan ini bisa dijelaskan bahwa dengan racun yang dibawanya, rokok merusak mekanisme pertahanan paru-paru. Bulu getar dan alat lain dalam paru-paru yang berfungsi menahan infeksi rusak akibat asap rokok.

Asap rokok meningkatkan tahanan pelan napas (airway resistance). Akibatnya, pembuluh darah di paru mudah bocor. Juga merusak sel pemakan bakteri pengganggu dan menurunkan respon terhadap antigen, sehingga bila benda asing masuk ke dalam paru-paru, tidak ada pendeteksinya.

Berdasarkan hasil penelitian maupun survei, sebenarnya sudah cukup bukti "perselingkuhan" rokok dan TBC. Meski bagi perokok dan sebagian orang fakta ini tak berarti apa pun, cobalah lebih peduli dengan orang terdekat Anda. 
Mungkin selama ini mereka yang sebenarnya menjadi korban "perselingkuhan" itu. 


http://www.ppti.info/index.php/component/content/article/46-arsip-ppti/144-rokokdantbcarif


. .
~***~Taman Koperasi Bena, IJOK~***~

~*~ Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... ~*~