QURAN dan TerJemahan ~ PerHatikan Pesanan Allah dlm KiTabNya ini

AL QURAN

Listen to Quran
~*~*~*Al-Quran OnLine
Showing posts with label Pandangan. Show all posts
Showing posts with label Pandangan. Show all posts

20 April, 2011

Islam ~ Profesor tertarik ke Islam...dan juga,"The Bible, The Qur'an and Science"

Profesor Masuk Islam Karena Keajaiban al-Quran

April 13th, 2011 | 9:46 am | Motivasi, Nasihat, Tazkirah | 1 response


Terbukanya tabir hati ahli farmakologi Thailand Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang.

Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.

Bunyi dari surat An-Nisa’ tersebut antara lain sebagai berkut;
    ”Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagiMaha Bijaksana.”

Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus sub cutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien[pesakit]. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut.

Mahabesar Allah yang telah menyisipkan firman-firman-Nya dan informasi sebagian kebesaran-Nya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalqta hada batila, Ya…Allah tidak ada sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia.

Dari Bahtera Menuju Islam
   Seorang pakar kelautan menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Al-Quran yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama ini. Prof. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang sering muncul di televisi pada acara Discovey, ketika sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di tengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda kadar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur dengan air laut yang Lainnya. Bertahun-tahun ia berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban misteri tersebut. Sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia menjelaskan tentang ayat Al-Quran Surat Ar-Rahman ayat 19-20 dan surat Al-Furqon ayat 53.
Awalnya ayat itu ditafsirkan muara sungai tetapi pada muara sungai ternyata tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau sampai ia masuk Islam. Kutipan ayat tersebut antara lain sebagai berikut:
   “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antar-keduanya dinding dan batas yang menghalang.”
(QS Al-Furqon: 53).

Berdasarkan contoh kasus[kes] di atas, dapat memberikan gambaran pada kita bahwa ayat suci Al-Quran mampu menjelaskan fenomena Cromosome, Anatomi, Oceanografi, Keperawatan dan antariksa (baca “Jurnal Keperawatan Unpad” edisi 4, hal 64-70). Sebenarnya masih banyak ayat- ayat Al-Quran yang menerangkan fenomena evolution and genetic seperti QS. As-Sajdah: 4, QS. al-A’raf: 53, QS. Yusuf: 3, QS. Hud: 7, tetapi karena keterbatasan ruangan pada kolom ini, serta dengan segala keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki penulis, maka kepada Allah jualah hendaknya kita berharap dan hanya Allah-lah yang Mahaluas dan Mahatinggi ilmunya.

Kita juga boleh membaca ttg seorg Dr yg kagum ttg islam dlm kajiannya, akan kejadian manusia dlm kandungan ibu, berdasarkan Al-Quran dan Sains moden.

The Bible, The Qur'an and Science


by Dr. Maurice Bucaille


~*~Dr. Maurice Bucaille's Book: " The Bible, The Qur'an and Science "



~*~Dr.Maurice Bucaille ( why i'm muslim)


Wallahu a’lam.

Sumber gambar dari www.syazwanwi.com
dipetik dari.. http://www.islamituindah.my/profesor-masuk-islam-karena-keajaiban-al-quran

. .
~***~Taman KoperasiBENA, IJOK~***~

16 February, 2011

Sheikh Abdul Qadir Jailani[AQJ] ~ PESANAN beliau...

EMPAT GOLONGAN MANUSIA
Kitab Futuuhul Ghaib
oleh Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani.

Ada empat jenis manusia dalam dunia ini :-
1. Pertama ialah mereka yang TIDAK ADA LIDAH dan TIDAK ADA HATI.
   Mereka ini ialah orang2 yg bertaraf biasa, berotak tumpul dan berjiwa kerdil yang tidak mengenang Allah dan tidak ada kebaikan pada mereka.
Mereka ini ibarat melukut yang ringan, kecuali mereka dilimpahi dengan kasih sayang Allah dan membimbing hati mereka supaya beriman serta menggerakkan anggota-anggota mereka supaya patuh kepada Allah.
Berhati-hatilah supaya kamu jangan termasuk dalam golongan mereka. Janganlah kamu layan mereka dan janganlah kamu bergaul dengan mereka. Merekalah orang-orang yang di murkai Allah dan penghuni neraka. Kita minta di lindungi Allah dari pengaruh mereka.
Sebaliknya kamu hendaklah cuba menjadikan diri kamu sebagai orang yang dilengkapi dengan:
• Ilmu Ketuhanan,
• Guru kepada yang baik,
• Pembimbing kepada agama Allah,
• Penyampai dan pengajak kepada manusia kepada jalan Allah.

Berjaga-jagalah jika kamu hendak mempengaruhi mereka supaya mereka patuh kepada Allah dan beri amaran kepada mereka terhadap apa-apa yang memusuhi Allah. Jika kamu berjuang di jalan Allah untuk mengajak mereka menuju Allah, maka kamu akan jadi pejuang dan pahlawan di jalan Allah dan akan di beri ganjaran seperti yang di beri kepada Nabi-nabi dan Rasul-rasul.
Nabi Muhammad SAW. pernah bersabda kepada Sayyidina Ali;
  “Jika Allah membimbing seseorang melalui bimbingan kamu kepadaNya, maka itu terlebih baik kepada kamu dari apa-apa sahaja di mana matahari terbit”.

2. Satu jenis lagi manusia ialah mereka yang ADA LIDAH tetapi TIDAK ADA HATI.
• Mereka bijak bercakap tetapi tidak melakukan seperti yang dicakapkannya.
• Mereka mengajak manusia menuju Allah tetepi mereka sendiri lari dari Allah.
• Mereka benci kononnya kepada maksiat yang dilakukan oleh orang lain, tetapi mereka sendiri bergelumang dalam maksiat itu.
• Mereka menunjuk kepada orang lain yang mereka itu Sholeh tetapi mereka sendiri melakukan dosa-dosa yang besar.
• Bila mereka bersendirian, mereka bertindak selaku harimau yang berpakaian. Inilah orang yang dikatakan kepada Nabi SAW. dengan sabda;
   “Yang paling aku takuti dan aku pun takut di kalangan umatku ialah orang "Alim yang jahat".
Kita berlindung dengan Allah daripada orang ‘Alim seperti itu. Oleh itu, larilah dan jauhkan diri kamu dari orang-orang seperti itu. Jika tidak, kamu akan terpengaruh oleh kata-kata manis yang bijak berbicara itu dan api dosanya itu akan membakari kamu dan kekotoran hatinya akan membunuh kamu.

3. Jenis yang ketiga ialah golongan orang yang MEMPUNYAI HATI tetapi TIDAK ADA LIDAH.
• Dia adalah seorang yang beriman.
• Allah telah mendindingkan mereka daripada makhluk dan
• menggantungkan di keliling mereka dengan tabir-Nya dan
• memberi mereka kesedaran tentang cacat cedera diri mereka.
• Allah menyinari hati mereka dan menyedarkan mereka tentang kejahatan yang timbul oleh kerana mencampuri urusan orang ramai dan kejahatan yang timbul oleh kerana mencampuri orang ramai dan kejahatan kerena bercakap banyak.
Mereka ini tahu bahawa keselamatan itu terletak dalam “DIAM” dan berkhalwat.
Nabi SAW. pernah bersabda;
“Barangsiapa yang diam akan mencapai keselamatan”.
Sabda baginda lagi;
“Sesungguhnya berkhidmat kepada Allah itu terdiri dari sepuluh bahagian, sembilan darinya terletak dalam diam”.
Oleh itu mereka dalam golongan jenis ini adalah Wali Allah dalam rahsia-Nya, dilindungi dan diberi keselamatan, bijaksana, rakan Allah dan diberkati dengan keredhoan dan segala yang baik akan diberikan kepada mereka.
Oleh itu, kamu hendaklah berkawan dengan mereka dan bergaul dengan orang2 ini dan diberi pertolongan kepada mereka. Jika kamu berbuat demikian, kamu akan dikasihi Allah dan kamu akan dipilih dan dimasukkan dalam golongan mereka yang menjadi Wali Allah dan hamba-hambanya yang Soleh.

4. Jenis manusia yang keempat pula ialah mereka yang diajak ke dunia tidak nampak(Alam Ghaib),
diberi pakaian kemuliaan seperti dalam sabda Nabi SAW;
    "Sesiapa yang belajar dan mengamalkan pelajarannya dan mengajarkan orang yang lain, maka akan diajak ke dunia ghaib dan permuliakan”.
Orang dalam golongan ini mempunyai ilmu-ilmu Ketuhanan dan tanda-tanda Allah[Keramah].
Hati mereka menjadi gedung ilmu Allah yang amat berharga dan orang itu akan diberi Allah rahsia-rahsia yg tidak diberi kepada orang lain.
Allah telah memilih mereka dan membawa mereka hampir hampir kepadaNya.
Allah akan membimbing mereka dan membawa mereka ke sisi-Nya. Hati mereka akan dilapangkan utk menerima rahsia-rahsia ini dan ilmu-ilmu yang tinggi.
Allah jadikan mereka itu pelaku dan lakuan-Nya dan pengajak manusia kepada jalan Allah dan melarang membuat dosa dan maksiat. Jadilah mereka itu “Orang2 Allah/Ahlillah”. Mereka mendapat bimbingan yang benar dan yang mengesahkan kebenaran orang lain.
Mereka ibarat timbalan Nabi-nabi dan Rasul-rasul Allah. Mereka sentiasa mendapat Taufiq dan Hidayah dari Allah Yang Maha Agung. Orang yang dalam golongan ini adalah pada peringkat terakhir atau puncak kemanusian dan tidak ada Maqam di atas ini kecuali Kenabian.
Oleh itu hati-hatilah kamu supaya jangan memusuhi dan membantah orang-orang seperti ini dan dengarlah cakap atau nasihat mereka. Oleh itu, keselamatan terletak dalam apa yang dicakapkan oleh mereka dan dalam berdamping dengan mereka, kecuali mereka yang Allah beri kuasa dan pertolongan terhadap hak dan keampunanNya.
Jadi Saya(Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani) telah bahagikan manusia itu kepada empat golongan.
Sekarang terpulanglah kepada kamu untuk memeriksa diri kamu sendiri jika kamu mempunyai fikiran.
Dan selamatkanlah diri kamu jika kamu ingin keselamatan.
Mudah-mudahan Allah membimbing kita menuju kepada apa yang dikasihiNya dan diredhoiNya,
dalam dunia ini dan di akhirat kelak.

Sumber: http://tarbiyyahibnumasran.blogspot.com/2007_10_01_archive.html

~*~*~*~

PETIKAN SYARAHAN(50) Syeikh Abdul Qadir Al Jilani.

Mungkin kamu berada dalam satu dari dua keadaan ini:

(1) Jauh dari ALLAH SWT

(2) Hampir dengan ALLAH SWT

Sekiranya kamu jauh dari ALLAH, maka janganlah kamu berdiam diri sahaja dan tidak mahu MENGEJAR KEBAHAGIAAN kamu dari KURNIAAN ALLAH dan KEBAHAGIAAN, KESELAMATAN dan KEMAJUAN di sisi ALLAH dalam DUNIA dan di AKHIRAT kelak……!!
Ayuh..!

Bangunlah dan segera menuju ALLAH….!

Tinggalkan KESERONOKAN dan berFOYA itu dan jauhkan yang HARAM…...

Bersedialah dengan SABAR menghadapi keSULITan dan keSUSAHan dan jauhkan diri dari manusia dan dari KEINGINAN dunia atau akhirat agar kamu berjaya "BERSATU" dengan ALLAH dan hampir denganNYA, dan kemudian itu barulah kamu boleh mendapat apa yang kamu kehendaki…...

Kamu akan diberi keMULIAan dan keTINGGIan Pangkat di sisi ALLAH. Jika kamu telah masuk dalam golongan diberi ALLAH kehormatan, kasih Sayang dan RahmatNYA, maka tunjukkanlah sopan dan akhlak yang baik dan jangan kamu merasa tinggi diri dengan kurniaaNYA itu, agar kamu tidak lupa tentang kewajipan kamu terhadap ALLAH dan agar kamu tidak condong kembali kepada keJAHILan dan keGELAPan kamu yang mula2 dahulu.

Firman ALLAH:Ertinya:
"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan AMANAH kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan memikul AMANAH itu dan mereka khuatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah AMANAH itu oleh manusia. Sesunggguhnya manusia itu AMAT ZALIM dan AMAT BODOH"

Firman ALLAH lagi ertinya:
"..Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan manusia adalah bersifat tergesa-gesa."

Pelihara HATi kamu daripada condong kepada apa yang telah kamu tinggalkan tentang manusia, HAWA NAFSU, keinginan, USAHA, kehilangan SABAR, REDHA dan bersesuaian dengan ALLAH semasa ditimpa KEMALANGAN dan KESUSAHAN.

Sebaliknya kamu hendaklah MENYERAHKAN DIRI-Mu kepada ALLAH seperti BOLA di kaki pemain bola, atau seperti BAYi di pangkuan ibunya, atau seperti MAYAT di tangan pemandi-pemandinya.

BUTAkan HATI-Mu kepada apa sahaja selain DIA supaya kamu pandang tidak ada yg lain kecuali ALLAH..!!

Tidak ada yg WUJUD..!!

Tidak ada yg meMUDHARATkan..!!

Tidak ada yg meMANFAATkan..!!

Tidak ada yg MENOLAK PEMBERIAN atau yg MEMBERI..!!

Semua itu si DIA (ALLAH)LAH jua.!!

ANGGAPlah makhluk itu, semasa kesusahan dan penderitaan, sebagai TALI CEMATI dari ALLAH Yg Maha Agung, yg dengannya ALLAH memukul kamu.

Semasa KEBAHAGIAAN dan KESELAMATAN, anggaplah makhluk itu sebagai TANGAN ALLAH yg memberi REZEKI ke KAMU!!!

. .
~***~LadingEMAS~***~

05 January, 2011

Perkara/Usul 20 ~ Usul Dua Puluh As-Syahid Hasan Al-Bana

USUL DUA PULUH

Usul Dua Puluh ~ As-Syahid Hasan Al-Bana

MUQADDIMAH.

Usul Isyrin yang ditulis oleh Ustaz Hasan Al-Bana ini adalah dianggap di antara tulisannya yang penting, kerana Usul Isyrin ini mengandungi beberapa perkara yang wajib dipercayai dan diketahui oleh tiap-tiap orang Muslim dan wajib diikuti dalam tindak-tanduknya; hubungannya dengan khaliqnya dan hubungannya sesama manusia. Jadi kita kumpulkan beberapa huraian ringkas oleh As-Syahid Hasan Al-Banna yang dapat difahami seperti mana yang diterangkan oleh Al-Mursyid itu sendiri.

Dalam Usul Isyrin ini, ia menerangkan perkara-perkara yang tidak sepatutnya berlaku perselisihan pendapat (pertikaian), terutama dalam hal-hal yang berkenaan aqidah. Ia mesti difahami sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Quran dan Sunnah An-Nabawiyah. Semoga dengan penerangan ini setiap orang Muslim yang mengikuti syarahan ini akan memahami Islam sebagaimana ianya patut difahami tanpa menokok tambah ataupun mengurangkan sedikit pun dari apa yang telah diturunkan oleh Allah dan disampaikan oleh RasulNya s.a.w.

Demikian juga dalam Usul Isyrin ini Hassan Al-Banna, Al-Mursyid Rahimahullah, menerangkan bahawa di dalam Islam ini terdapat hal-hal yang dibenarkan berbeza pendapat di samping perkara-perkara yang tidak boleh berbeza pendapat tadi. Semoga dengan ini setiap orang Muslim itu mengetahui di mana tempat-tempat yang ia boleh berbeza dan tidak merasa ganjil bila berhadapan dengan perbezaan pendapat seperti itu.

Al-Mursyidul Am dalam penyusunan kitab-kitabnya adalah benar dan menepati sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah s.a.w. Walaupun demikian kita mesti ingat bahawa tidak ada orang yang maksum melainkan Rasul-rasulnya (a.s.).

Kita berpesan kepada ahli-ahli Ikhwan agar membaca dan mengulang- ngulang buku ini sehingga ia bersebati dengan mereka. Kemudian apa-apa yang telah diketahui dan difahami daripada ajaran-ajaran Islam tersebut hendaklah diamalkan. Amalan itu pula hendaklah amalan yang membentuk jiwa dan membina peribadi dalam suasana Islam; kerana beramal dalam pembentukan peribadi adalah cara yang dapat membentuk jiwa.

 Inilah jalan yang dilalui oleh para sahabat Rasulullah yang mulia di mana mereka beramal dengan apa yang diketahui. Semoga Allah swt. memberikan hidayahNya, meredhai dan memberikan pertolonganNya kepada semua ahli-ahli Ikhwanul Muslimin sehingga mereka teguh berkhidmat untuk agamaNya, dan semoga Allah mencucuri rahmatNya kepada Al-Mursyid dengan petunjuk dan kebaikan dan cintakan pengorbanan dan jihad.

USUL DUAPULUH
(USUL ISYRIN) DAN KETERANGANNYA
ASAS PERTAMA:

Islam adalah menyeluruh, mencakup semua bidang hidup; Islam adalah negara dan watan atau pemerintah dan ummat. Akhlak dan kekuatan atau rahmat dan keadilan. Pengetahuan dan undang-undang atau ilmu dan kehakiman. Kebendaan dan harta atau usaha dan kekayaan. Jihad dan dakwah atau tentera dan fikrah. Akidah yang benar dan ibadat yang sah.

1.1 Keterangan:

Islam adalah agama Allah yang kekal, bersifat umum dan menyeluruh
kerana Islam diturunkan untuk semua manusia, ini jelas dibuktikan oleh firman
Allah:

“Dan kami tidak mengutuskan kamu melainkan kepada ummat manusia seluruhnya
sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi ingat”. (S 34: 28)

“Tiadalah kami alpakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab” (S 6:38)

dan firman Allah:

“Untuk menjelaskan segala sesuatu”(S 16:89)

Di atas dasar sifat-sifat Islam yang tetap dan tiada berubah inilah Al- Mursyid Hasan Al-
Banna Rahimahullah telah berbicara dalam asas yang pertama ini untuk menjelaskan sebahagian
dari perkara-perkara yang terkandung dalam Islam.

 Penjelasan yang dibuat oleh Al-Mursyid ini diperkuatkan lagi oleh Al-Quran, yang mana di
dalam Al-Quran kita dapati ayat-ayat yang bersangkutan dengan hukum, ayat-ayat yang
bersangkutan dengan sembahyang, ayat-ayat yang bersangkutan dengan mu’amalat, kehakiman dan
seterusnya.

1.2 Islam adalah NEGARA:

Islam adalah Negara, sebagaimana yang diterangkan oleh Mursyid adalah bermaksud
bahawa Islam telah menyentuh hukum-hukum yang menitik beratkan persoalan negara. Islam
bukanlah terbatas dalam lingkungan hubungan manusia dengan Allah, malah Islam juga
menyusun hubungan antara sesama manusia, hubungan individu dengan jamaah, hubungan
jamaah dengan jamaah yang lain. Jamaah ini pula memilih suatu sistem siasah yang didokong
oleh negara, manakala negara pula mempunyai seorang ketua yang dikenal: dalam istilah
fiqah sebagai imam atau khalifah.

Islam telah menerangkan asas bagi sebuah negara, cara memilih khalifah, menerangkan hak individu terhadap negara, demikian juga hak negara terhadap individu.

Dalam zaman moden ini kajian dan perbincangan yang lengkap dalam persoalan negara dan
hubungannya dengan individu adalah dibincangkan dalam undang-undang perlembagaan
dan undang-undang perlembagaan adalah merupakan salah satu dari cabang undang-undang.

Negara (daulah) menurut pandangan Islam adalah negara fikrah, fikrah Islamiah. Oleh itu
daulah dalam Islam adalah daulah fikrah, bukan Qaumiah, bukan jenis dan bukan iklim.

Ketua negara dipilih melalui orang-orang Islam sesuai dengan syarat- syarat tertentu. Syarat
-syarat ini tersimpul dalam dua sifat:
Kemampuan dan Amanah. 

Tujuan dan perlantikan ketua negara ialah untuk melaksanakan syariat
dan membimbing manusia untuk melakukannya. Kedudukan dan peranan individu dalam negara
Islam amatlah menonjol dan berfungsi, tidak dipendap dan diabaikan. Individu adalah
bertanggungjawab terhadap perjalanan negara agar tidak menyeleweng dan bertanggungjawab
terhadap ketua negara agar beliau menunaikan kewajipannya.

Atas dasar ini, individu adalah berhak mengawasi, memberi nasihat, memberi
petunjuk dan mengkritik. Manakala pihak negara pula adalah bertanggungjawab terhadap
individu, bertanggungjawab dalam memberikan jaminan hidup yang mulia kepada individu.

(m/s 4)




. .
~***~Taman KoperasiBENA, IJOK~***~

08 October, 2010

Gembira Dengan Pilihan Tuhan

 by En Mohmad Azli Lahuri



Bismillahirrahmanirrahim...

Ada yang menyatakan bahagia itu relatif sifatnya. Yang sakit, merasakan sihat itu bahagia. Tetapi bila sihat, benda lain pula dirasakannya sebagai bahagia. Pada yang miskin, kaya itu dirasakan bahagia. Tapi yang kaya merasakan kaya itu bukan bahagia. Tidak percaya? Baca senarai panjang orang kaya, ternama dan popular membunuh diri atau sakit jiwa. Itu bukti nyata mereka tidak bahagia.

Masalahnya bukan tidak mampu mencapai bahagia tetapi ramai yang tidak mengetahui apakah erti bahagia sebenarnya. Begitu kata ahli-ahli hikmah bila ditanyakan:

"Mengapa ramai manusia yang tidak bahagia?"

Jadi teraba-rabalah manusia mencari bahagia. Bila tidak tahu apa yang dicari, maka sudah pasti tidak akan ditemui. Anehnya, manusia kerap bercakap tentang bahagia - rumah tangga yang bahagia, pasangan yang bahagia atau diri yang bahagia. Bercakap tanpa tahu makna?

Kerap kali orang menyangka orang lain lebih bahagia daripadanya. "Rumput diseberang sana kelihatan lebih hijau," begitu maksud pepatah Inggeris. Ini menyebabkan kita sentiasa tidak puas. Hidup dilihat sebagai satu perbandingan dari pertandingan. Bukan satu kesyukuran yang harus dikongsikan. Jadi, apa makna bahagia sebenarnya?

Kebahagiaan sebenarnya adalah satu ketenangan. Ketenangan itu letaknya di hati. Hati yang tenang ialah hati yang dapat menghadapi apa juga ujian hidup dengan sebaik-baiknya. Jika yang datang nikmat, hati yang tenang bersyukur. Jika yang datang musibah, hati yang tenang sabar. Hati yang tenang dipenuhi rasa qanaah, tawakal, redha dan sifat mahmudah. Hati yang sedemikianlah dinamakan hati yang sejahtera - qalbun salim. Hati yang mesti dimiliki walaupun cuma sedetik, sebelum kita menemui Ilahi.

Bagaimana hati boleh tenang? Tidak lain... Hanya ingat pada Allah. Begitu maksud yang diungkapkan dalam al-Quran. Rumah tangga yang tenang, ialah bila setiap anggotanya ingatkan Allah. Apa maksud ingatkan Allah? Cukupkah dengan ucapan dan sebutan subhanallah, alhamdulillah dan kalimat-kalimat zikir yang lain? Belum. Maksud ingat Allah itu luas. Hati teringat, mulut menyebut, anggota bertindak. Ingat yang menjunam di lubuk hati, terluah pada ucapan lidah dan terzahir dalam tindakan dan perlakuan.

Bila diuji dengan kekurangan, kemiskinan, kesakitan bahkan kematian, terasa kita layak menerima. Tidak mengeluh, "kenapa aku yang kena?" sebaliknya terasa "Aku telah dipilih," "Aku hamba Allah, aku layak diuji". Kata ulama, untuk tidak terasa susah apabila luput satu nikmat, jangan berasa memiliki nikmat itu. Rasakan diri hanya peminjam. Bila nikmat yang bukan milik kita itu ditarik, hati yang tenang menyerah dan pasrah kepada Allah - Pemilik segalanya.

Jadi, untuk meringankan beban hati menghadapi ujian hidup atau bala, ikatlah hati dengan Allah. Hendaklah dikenal bahawa Allah lah yang menurunkan bala itu. Dan yakinlah bahawa keputusan (takdir) Allah itu akan memberikan yang terbaik. Bila kita kenal Allah yang maha pengasih dan penyayang, kita tidak boleh buruk sangka kepada Allah dengan menganggap apa yang ditakdirkan (ujian) itu sesuatu yang tidak baik. Iktikad (keyakinan) kita, bahawa semua ketentuan Allah itu baik - pasti ada hikmah di sebaliknya akan menyebabkan hati terubat.

Hati tidak dapat tidak, mesti bersabar. Hati akan terdidik untuk redha dan tawakal, kerana yakin qada dan qadar Allah pasti berlaku. Kerana manusia harus terima, tidak boleh menolak ujian itu. Hamba yang soleh menanggung qadar dengan sabar, bahkan gembira dengan pilihan Allah (ujian adalah pilihan Allah, bukan pilihan manusia). Tidak ada pilihan Allah yang tidak baik. Semuanya baik belaka!

Maha Suci Allah yang tidak akan menzalimi manusia walaupun ketika Dia menguji hamba Nya, hati yang tenang akan berbisik;

"Tuhan... Aku belum nampak akan kebaikan di sebalik kepedihan ini dengan ilmuku yang terbatas. Tetapi aku yakin ya Allah, ilmu Mu maha luas, pasti ada kebaikan yang masih terselindung di sebalik ujian ini. Yang ketika ini tidak mampu aku fikirkan dan bayangkan..."

Maha Adil Allah yang tidak meletakkan bahagia pada harta, nanti si miskin akan merasakan diabaikan. Maha Adil Allah yang tidak meletakkan bahagia pada kesihatan, kelak yang sakit akan terasa dipinggirkan. Allah meletakkan bahagia pada HATI yang tenang, sesuatu yang boleh dimiliki oleh semua manusia.

Bahagia itu bukan relatif dan subjektif sifatnya. Tetapi ia adalah sesuatu yang mutlak, yang perlu dicapai oleh setiap insan. Mujur dan syukur, perjalanan menuju bahagia itu pun sudah satu kebahagiaan. Ingat, kebahagiaan itu bukan hanya di hujung jalan, tetapi ia ada di sepanjang jalan! Not a destiny, but a journey! Kata bijak pandai, orang yang bahagia tidak sempat bertanya 'apakah aku bahagia?'.

Wallahua'lam.

"Bila kita nak membahagiakan orang, kita sendiri perlu bahagia.
Kita akan bahagia bila melihat orang lain bahagia.
Kesimpulannya, bahagiakan diri sebelum membahagiakan orang lain."

En Mohmad Azli Hj Lahuri,
BATU TIGA, Quality Assurance
<MohmadAzli.Lahuri@my.nestle.com>

Taman KoperasiBENA, IJOK
~*~ Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... ~*~