QURAN dan TerJemahan ~ PerHatikan Pesanan Allah dlm KiTabNya ini

AL QURAN

Listen to Quran
~*~*~*Al-Quran OnLine

02 June, 2010

Daun Neem ~ Daun Semambu ~ Daun Mambu ~~~Amat Ajaib..!!!


Daun Neem lebih dikenali dengan panggilan Daun Semambu, atau nama saintifiknya Azadirachta indica merupakan pohon yang kaya dengan unsur-unsur semula jadi yang digunakan dalam perubatan Ayurveda.

Rupanya Unik dengan tepi daunnya bergerigi jelas dan agak tajam. Di bahagian atas daun kelihatan jalinan uratnya yang lebih jelas dengan berwarna sedikit kekuningan. Ia juga mempunyai buah serta bunga yang berbau harum dan banyak ditemui di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hiasan.

Bermula daripada akar, ranting, daun, bunga, buah dan bijinya mempunyai khasiat dan keistimewaan yang pelbagai.Ia telah digunakan secara tradisional untuk merawat keradangan, jangkitan, demam, penyakit kulit dan masalah gigi sejak dahulu lagi. Malah, daun mambu yang bersifat antiserangga juga boleh digunakan untuk mengelak serangan serangga pada tanaman.



p/s: Masih lagi teringat masa zaman sekolah dulu. Pernah sekali terkena demam campak. Mak aku bagi mandi dengan daun ini lah.. Memang mujarab..


Memanfaatkan khasiat pohon Neem

Oleh SITI AISHAH IBRAHIM
KEMAJUAN sains dan teknologi kini membuka ruang seluas-luasnya dalam penghasilan pelbagai produk kesihatan dan kecantikan berasaskan bahan-bahan semula jadi khususnya penggunaan herba dan ramuan tradisional yang sememangnya terkenal dengan khasiatnya yang luar biasa.
Tidak ketinggalan, jenama produk kecantikan dan kesihatan terkenal, 

Himalaya Herbal Healthcare turut menawarkan alternatif baru dalam rawatan penjagaan kulit dengan pelancaran semula rangkaian produk Acne Neem yang dirumus menggunakan seratus peratus Herba Aktif iaitu daripada pohon Neem. Pohon Neem lebih dikenali dengan panggilan pokok semambu, Laksamana atau nama saintifiknya Azadirachta indica merupakan pohon yang kaya dengan unsur-unsur semula jadi yang digunakan dalam perubatan Ayurveda sejak lebih 2,000 tahun lamanya.

Rupanya unik dengan tepi daunnya bergerigi jelas dan agak tajam. Di bahagian atas daun kelihatan jalinan uratnya yang lebih jelas dengan berwarna sedikit kekuningan. Ia juga mempunyai buah serta bunga yang berbau harum dan boleh ditemui di tepi-tepi jalan.

Bagaimanapun, di India pokok ajaib ini ditanam dan dikomersialkan serta dibuat penyelidikan bagi mengekalkan keasliannya.Bermula daripada akar, ranting, daun, bunga, buah dan bijinya mempunyai khasiat dan keistimewaan yang pelbagai. Ia telah digunakan secara tradisional untuk merawat keradangan, jangkitan, demam, penyakit kulit dan masalah gigi sejak dahulu lagi.

Malah, daun mambu yang bersifat antiserangga juga boleh digunakan untuk mengelak serangan serangga pada tanaman. Hasil kajian oleh Himalaya Drug Company di India membuktikan daun Neem dan elemen-elemennya memiliki unsur-unsur anti radang, anti bakteria, anti oksida dan anti karsinogenik.

Unsur-unsur ini amat mujarab untuk membantu mengatasi masalah kulit seperti jerawat dan berkesan untuk menghindarkan kerosakan kulit yang disebabkan oleh radikal bebas. Ketua Perkhidmatan Perubatan & Percubaan Klinikal, Pusat Penyelidikan & Pembangunan, The Himalaya Drug Company di India, Dr. Pralhad S Patki berkata, Neem disyorkan untuk merawat masalah kulit.

Unsur-unsurnya yang antibakteria sangat berkesan untuk melawan kebanyakan masalah epidermis seterusnya memelihara kesihatan kulit. Justeru, rangkaian produk Acne Herba Neem dari Himalaya yang terdiri daripada pembersih Neem Foaming Face dengan Neem dan Kunyit, Neem Face Pack dengan Neem dan kunyit, krim A-N-P mengandungi nimbidin, iaitu salah satu unsur aktif Azadirachta indica yang membantu melegakan keradangan. 

Manakala untuk pembersihan dalam tubuh, Neem yang ditampilkan berbentuk kapsul, Neem Capsules dipercayai mempunyai unsur antibakteria, antikulat dan dapat mengurangkan toksin dalam darah sangat ideal untuk mengubati kulit yang berjerawat dan alahan.

Produk berkenaan dipasarkan oleh Embun Elit Sdn. Bhd. dan boleh didapati di pasaran dengan lingkungan harga RM21.90 hingga RM39.90.Di samping itu, jenama yang terkenal dengan produk berteraskan herba ini turut melancarkan kempen amal ‘Neem Tree For Charity’ yang bertemakan Pohon Ajaib Neem. Kempen ini akan dianjurkan di kedai-kedai Himalaya terpilih di Mid Valley, 1 Utama dan Suria KLCC. Pelanggan berpeluang untuk membawa pulang pohon Neem pada harga minimum RM10 dengan sebarang pembelian produk Neem dari Himalaya.
  

Pengembangan Neem

Untuk mengantisipasi permintaan yang semakin besar dengan melihat potensi Neem, PT. Intaran Indonesia mengembangkan dan mengamankan lahan-lahan Neem di daerah Lombok dan Flores untuk diperluas ke Sumba, Timor dan Sumbawa. Kecocokan/kesesuaian iklim kering dan daerah yang kritis yang merupakan kondisi ideal untuk penanaman pohon Neem.
Berdasarkan Penelitian PT.Intaran Indonesia dan Lembaga Lembaga Lain, Neem sangat efektif sebagai bahan Pestisida Organik yang bermanfaat bagi Perkembangan Pertanian Indonesia Menuju Pertanian Sehat yang ramah lingkungan.
PESTISIDA ORGANIK DARI TANAMAN INTARAN (NIMBA)
Azadirachta indica adalah spesies yang mendapat perhatian serius dari kelompok famili Meliaceae. Nama genus, Azadirachta adalah berasal dari nama Persia, untuk spesies ini yaitu Azaddarachtehindi. Nama botani dari Melia Azadirachta A. Juss ditetapkan oleh botani Perancis yaitu Adrien Henri Laurent A. Jussieu, yang kemudian dinamakan sebagai Azadirachta indica A. Juss.

Tanaman Intaran melindungi bagian tumbuhnya sendiri dari jenis serangga yang beragam dengan kandungan bahan pestisida. Terdiri dari sebagian besar susunan kimia yang tersusun dari 3 atau 4 komponen yang terhubung, dan didukung lebih dari 20 komponen lain. Pada dasarnya komponen utama ini termasuk klasifikasi umum dari produk alami yang disebut “triterpenes” atau yang lebih spesifik “limonoids”.

Limonoids
Sejauh ini, sembilan limonoids dari intaran telah diuji kegunaannya untuk mencegah atau menghalangi pertumbuhan serangga yang berpengaruh terhadap fase pertumbuhan serangga. Limonoids ini mengandung beberapa zat yang paling mematikan untuk serangga dan juga bagi kesehatan manusia. Zat limonoids ini terdapat pada tanaman Intaran dengan zat azadirachtin, salannin, meliantriol dan nimbin yang paling signifikan.

Zat Aktif Dari Limonoids
Azadirachtin. Kandungan aktif pertama yang terisolasi di dalam tanaman Intaran yaitu azadirachtin telah terbukti merupakan agen utama dalam pertahanan terhadap serangga. Pengaruh zat ini menunjukkan effek sebesar 90 % dari jenis serangga umumnya. Zat ini tidak membunuh langsung atau tidak segera membunuh akan tetapi menghalangi bahkan mengganggu pertumbuhan dan reproduksi dari serangga tersebut. Zat ini berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan dan pencegah nafsu makan pada serangga.
Meliantriol. Merupakan zat lain sebagai penghambat makan, yang berpengaruh besar dengan konsentrasi rendah.
Salannin. Penelitian menunjukkan bahwa komponen ini juga berpengaruh sebagai penghambat makan tetapi tidak mempengaruhi pergantian kulit serangga.
Nimbin dan Nimbidin. Dua buah komponen lain dari tanaman Intaran telah diketahui aktivitasnya sebagai anti virus. Nimbidin merupakan komponen utama yang didapat dalam jumlah yang cukup banyak , sekitar 2 % dari kernel.
Pengolahan Tanaman Intaran Menjadi Pestisida Alami
Kandungan tertinggi dari zat limonoids (zat aktif untuk serangga) terdapat kandungan tertinggi pada biji tanaman Intaran. Biji Intaran menghasilkan minyak yang nantinya dipergunakan sebagai pestisida alami. Proses pengolahan biji Intaran untuk menghasilkan minyak dapat diperoleh melalui pengepressan dengan kadar kering biji yang dikehendaki antara 7 – 14 % kadar air.
 
 
MANFAAT NEEM UNTUK PEMECAHAN MASALAH GLOBAL
(Neem For Global Solving Problem)

1. Degradasi hutan
Sebagai tanaman hutan, neem cocok untuk mengurangi tingkat degradasi hutan, karena neem relatif mudah pertumbuhan dan perawatannya, sehingga tidak memerlukan perawatan khusus. Ketinggiannya yang mampu mencapai 30 meter dan diameter pohon yang dapat mencapai 2,5 meter ditambah kerimbunan daunnya menjadikan tanah kering/kritis menjadi hutan lebat. Hal ini tentu memberikan sumbangan yang besar dalam rangka mengurangi efek rumah kaca(Neem: A tree for solving global problem, by Panel on Neem, National Academy Press, Washington D.C., 1992, page: 23)

2. Banjir, Erosi dan Kekeringan
Panjang akar yang sama dengan tinggi pohonnya, menjadikan tanaman kokoh berdiri dan akarnya jauh masuk kedalam tanah, sehingga mampu berfungsi sebagai penahan air dan tanah yang membantu mengurangi erosi/abrasi dan kekeringan.

3. Polusi Udara
Rimbunnya daun dan gelar tanaman “Evergreen”, mampu menyerap kadar CO2 sampai lebih dari 14 umole perm2 per detik. Juga mampu menyaring unsur-unsur polusi lainnya khususnya SO4 (Global neem update, Vol 1 No. IV, Nov 1996, hal. 3).
Bahkan dalam salah satu buku disebutkan bahwa neem adalah satu-satunya pohon yang tetap mengeluarkan oksigen meskipun pada malam hari.

4. Lahan Kritis/Lahan Kering
Neem memang sangat ideal tumbuh di lahan kritis dan lahan kering. Tanaman ini tidak memerlukan curah hujan yang tinggi dan mampu hidup sampai dengan suhu 49 derajat Celcius. Semakin kering lahan tempatnya tumbuh, semakin tinggi zat aktif (Azadirachtin) yang dikandungnya. Dengan demikian Neem mampu menjadi tanaman pioneer di lahan kering, untuk selanjutnya diolah menjadi lahan pertanian/perkebunan.

5. Efek pupuk dan Pestisida kimia
Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa pupuk kimia disatu pihak memang memberikan hasil yang sangat menakjubkan bagi hasil pertanian dalam jangka pendek Tapi dipihak lain, efeknya ternyata meninggalkan endapan/residu kimia yang tak terurai oleh organisme tanah, sehingga tanah tidak dapat direhabilitasi yang berakibat pada berkurang dan hilangnya sari tanah yang diperlukan tanaman. Selanjutnya hasil tanaman akan terus berkurang jika pupuk tidak ditambah dengan persentase lebih banyak pada lahan yang sama. Pada akhirnya tanah tersebut tidak dapat lagi ditanami dan menjadi lahan kosong dan tandus.
Demikian pula efek pestisida kimia, selain menimbulkan penyakit dan keracunan pada manusia, menyebabkan polusi pada tanah dan resistensi pada hama, sehingga hama menjadi lebih kuat dan pada akhirnya hama tersebut tidak mampu lagi dicegah oleh pestisida kimia.
Neem menjadi salah satu kabar gembira bagi pertanian untuk mengurangi pencemaran dan pengurusan tanah. Sifatnya yang menjadi media bagi pengurai untuk mengembalikan kesuburan tanah dapat menjadi solusi bagi tanah yang sudah tercemar pupuk kimia. Demikian pula dengan pestisida dari neem yang bersifat sistemik, tidak menimbulkan resistensi bagi hama, sehingga tidak di perlukan formulasi baru untuk mengusir hama yang ada. Sifat pestisida hanya mengganggu fertilitas dan nafsu makan hewan, sehingga ia akan mati secara alamiah.
 
 PERINDANG JALAN
Rimbun dan hijaunya daun neem menjadi ciri khas tanaman ini. Diameter rentangan dahannya mampu mencapai 10 meter. Rentangan dahan dan kerimbunan daun memberikan suasana hijau dan sejuk. Dengan kerimbunan daunnya itu pula, neem mampu menurunkan suhu disekitarnya hingga 10o C.
 
 PENAHAN ANGIN (Windbreaks)
Selain untuk perindang jalan, kerimbunan dan bentuk daun yang kecil dan berjumlah banyak, mampu meredam dan mengurangi laju anggin/badai. Akarnya yang dalam dan kokohnya pohon mampu menjadi penahan angin/badai sehingga dapat mengurangi kerusakan yang terjadi akibat angin kencang atau badai.

POHON NEEM / MIMBA (Farmasi Tumbuhan Alam)

AKAR
Pohon Neem memiliki akar tunggang yang dalam dan perakaran skunder berupa akar serabut, dengan demikian Tanaman Neem dapat mengambil unsur hara dan makanan serta air dari lapisan tanah yang paling dalam. Berdasarkan kondisi tersebut Tanaman Neem dapat bertahan hidup di daerah yang sangat kering sekalipun. Berdasarkan hal tersebut juga pohon neem dapat digunakan untuk mengontrol erosi dan mempertahankan kesuburan pada lapisan top soil.
GETAH
Getah terdapat dalam lapisan kayu pada umumnya yang bisa digunakan untuk lem.

KAYU DAN CABANG
Kayu Neem telah terbukti tahan terhadap rayap/Anai-anai. Ranting pohon neem sangat baik digunakan untuk kayu bakar.
RANTING
Setiap hari, jutaan orang menggosok gigi mereka dengan ranting Neem. Para Dokter gigi setuju bahwa kebiasaan itu dapat melindungi kerusakan gigi dalam jangka waktu yang lama.
DAUN
Sebuah pasta yang dibuat dari daun telah ditemukan dan secara efektif memperbaiki kondisi kulit. Dan sejumlah kecil daun yang dicampur dengan makanan terbukti baik untuk memperbaiki kondisi pencernaan.
BUNGA
Pohon Neem memiliki bunga yang biseksual dengan warna ungu yang mana memancing lebah yang diketahui dapat menghasilkan madu Neem yang sangat bermanfaat.
BUAH
Pohon Neem dapat memproduksi sampai 50 Kg buah pertahun yang mana daripadanya dapat dibuat sabun atiseptik.
BIJI BUAH
Biji memiliki kandungan bahan aktif yang mana berfungsi sebagai pestisida, insectisida dan fungisida. Minyak Neem aman untuk digunakan disaerah pedesaan yang alami. Bungkil Neem ( Ampas pengepresan ) juga ditemukan sangat baik sebagai bahan pembuatan pupuk dan untuk pemulsaan.
Pohon Neem biasanya mulai berbunga dan menghasilkan buah setelah 3-5 tahun dan akan aktif berproduksi sampai umur 10 tahun.
Pohon Neem dapat hidup sampai 200 tahun.

National Research Council (NRC), Washington, USA, telah mengeluarkan laporan dengan judul "Neem: Tree for Solving Global Problem". Dewan mempertimbangkan Neem diantara pohon-pohon yang lain dengan banyaknya kelebihan dan manfaat sehingga dapat dikembangkan berbagai produk dari pohon tersebut. Neem merupakan salah satu pohon daerah kering yang paling bernilai. Digunakan untuk pertanian, industri komersial, minyaknya dipress dari biji menghasilkan produk pertanian untuk mengontrol hama yang ramah lingkungan dan juga pupuk yang efektif. banyak produk turunan yang dihasilkan dari Neem yang juga efektif untuk kesehatan (lihat dibawah).
Pohon Neem tumbuh dan beradaptasi dengan cepat pada daerah kering dan memperbaiki kondisi top soil sehingga perakaran tanaman dapat dengan mudah memperoleh nutrisi walaupun tingkat kelembaban tanah sangat buruk. Sehingga dengan demikian pohon Neem cocok diperuntukan bagi penghutanan kembali dan mengontrol erosi. Untuk keperluan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Neem dapat membantu peningkatan penghasilan dan ekonomi masyarakat pedesaan dengan teknologi yang dikembangkan oleh PT. Intaran Indonesia untuk memproses Neem dengan mudah sehingga masyarakat akan terdorong untuk perduli terhadap lingkungan.

Sejarah Neem   

SEJARAH 500 TAHUN NEEM

Produk-produk Neem telah ditemukan sejak 5000 tahun yang lalu bukti dengan ditemukannya pot yang terbuat dari tanah liat di wilayah arkeologi Lembah Indus di India bagian Barat laut oleh para arkeolog Inggris tahun 1992.
Fungsi dalam kesehatan juga disebut dalam Veda yang diperkirakan sebagai buku tertua di dunia. Buku Ayurveda Kuno India menegaskan bahwa setiap bagian dari pohon Neem memiliki manfaat kesehatan dan masyarakat India telah memanfaatkan Neem secara aman dan efektif selama lebih dari 5000 tahun.
 ILMU PENGETAHUAN MODERN
Neem disahkan sebagai obat tradisional bagi berbagai penyakit dan perawatan kulit. Para peneliti di India bagian tengah telah menemukan lebih dari 60 fungsi kesehatan dari Neem. Orang-orang India mengetahui pohon Neem sebagai bahan farmasi yang sesungguhnya.
Sampai tahun 1920 penelitian Neem belum secara resmi diteliti dan setelah tahun tersebut baru dimulai. Telah juga dicatat selama periode wabah belalang dimana daun-daun tanaman diserang sementara daun neem dibiarkan mereka dan tanpa cacat. Secara sederhana dibuat ramuan dari biji neem yang efektif melindungi daun-daun tanaman. Selanjutnya, beberapa campuran diisolasi dari biji neem. Salah satunya adalah Azadirachtin yang telah ditemukan baik untuk menolak maupun mengganggu pertumbuhan dan reproduksi banyak jenis serangga perusak. Tidak seperti pestisida kimia kebanyakan, dosis rendah dari azadirachtin  juga ditemukan sedikit atau tidak beracun pada mamalia dan serangga memperlihatkan resistensi atas campuran bahkan sampai beberapa generasi. Serangga yang dapat dikontrol dengan ekstrak neem mengesankan dan termasuk di dalamnya, larva, ulat, ulat pemakan daun, lebah penyengat, nyamuk, lalat, kumbang dan banyak lagi.
Ampas yang dihasilkan dari proses neem disebut dengan 'cake' (bungkil). Lahan pertanian yang diberi mulsa Neem Cake ditemukan lebih sedikit diserang nematode, siput, dan sejumlah jamur. Tes lanjutan memperlihatkan Neem Oil sangat efektif untuk penyakit tanaman seperti klorosis dan kelayuan. Neem cake juga ditemukan sebagai pupuk yang sangat baik.
NEEM SEBAGAI TUMBUHAN MEDIC
Merawat tubuh merupakan cara terbaik untuk merasa nyaman dan menjaganya menjadi kuat serta bebas dari penyakit. Problem terbesar bagi tubuh dapat dilihat dari kurang diet, kurang higienis, dan kurang tidur, serta kurang latihan. Lebih mudah minum pil dan menggunakan bantuan medis[medic] untuk memperbaiki penyakit dari pada mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk dalam hidup, padahal mengubah kebiasaan buruk merupakan cara yang terbaik bagi penyembuhan dan pencegahan penyakit.

Ada pepatah, penyakit serius dan kondisi berkelanjutan sangat memerlukan perhatian dan perbaikan, tubuh sakit membuat sengsara lahir-batin. Untuk mengobati penyakit, para herbalis ala Ayurweda telah mengembangkan pengetahuan yang banyak dan daftar panjang tentang obat-obatan medis sejak ribuan tahun lalu dimana mereka telah menyembuhkan para pasien dengan menggunakan ratusan tumbuhan medis yang ditemukan di Anak Benua India. Para peramu obat ini telah berhasil dalam dunia pengobatan penyakit masyarakat pada kawasan itu. Keanekaragaman hayati tumbuhan obat-obatan India menyajikan pengobatan bagi hampir seluruh penyakit yang diderita manusia. Neem merupakan salah satu tumbuhan terpenting, para peramu menggunakan akar, kulit, ranting, daun, buah, ampas biji, dan minyak biji untuk dijadikan obat yang menyembuhkan dan mencegah penyakit di seluruh tubuh manusia. Ayurweda menganjurkan penggunaan tumbuhan yang menghancurkan organisme penyakit secara langsung dan tumbuhan yang membantu tubuh memerangi sendiri penyakit-penyakit itu. Neem menyatukan dua variabel terbaik, anti-viral dan anti-bakteri dengan kemampuan immuno-stimulant (Perangsang kekebalan tubuh). Sifat inilah yang menjadikan neem sangat penting di masa lalu dan penyebab ketertarikan para peneliti modern akan neem.

Untuk penyakit organ tubuh, sistem kekebalan tubuh, sistem sirkulasi, atau masalah-masalah penyakit dalam tubuh lainnya, obat neem hendaknya digunakan secara oral (dimakan/diminum). Untuk penyakit infeksi kulit, obat neem dapat di gunakan secarah olesan di tempat yang sakit dan ditambah dengan penggunaan secara oral.

PENGGUNAAN NEEM UNTUK NON-MEDIS
Extrak neem terbukti merupakan metode non-toxic alami terbaik pengontrolan serangga dan alat-alat panen. Secara historis, neem telah digunakan selama ribuan tahun untuk menjaga hasil panen dan rumah dari hama serangga. Daun neem ditaburkan di ladang padi dan tebu untuk memperbanyak hasil dan mengurangi populasi hama. Perlindungan alami dari jamur, bakteri, dan virus yang disediakan neem sangat mengagumkan para ilmuan di manapun. Neem juga memiliki kemampuan untuk melindunngi hewan dan menusia dari serangga. Pencegah serangga yang dibuat dari neem banyak digunakan di daerah tropis dan sekarang menuju Ameraika Serikat.

Pencegah Serangga
Musim panas adalah saat ketika banyak orang ingin jalan-jalan dan menikmati alam luar. Namun gigitan serangga secara cepat dapat mengubah saat-saat bahagia menjadi mimpi buruk. Menjauhkan serangga biasanya menggunakan pencegah sintetis berisikan zat kimia yang mengandung N,N-diethyl-M-toluamide, umumnya disebut DEET. Walaupun pencegah ini biasanya efektif, tetapi mereka juga telah dilaporkan berperan pada beberapa masalah kesehatan oleh mereka yang menggunakannya. Maka alternatif yang lebih aman sangat diperlukan.

Neem telah digunakan sejak dahulu sebagai pencegah serangga baik bagi manusia maupun hasil panen. Salah satu kandungan (Solannim) dalam daun, biji, dan minyak biji neem adalah pencegah serangga yang lebih aman dan lebih efektif daripada bahan kimia.
Extrak neem telah dicoba oleh institut malaria, ditemukan dapat membasmi nyamuk penyebab malaria untuk lebih dari 12 jam. Neem tidak hanya memberikan perlindungan dari nyamuk tapi juga lalat, kutu, dan kutu anjing. Karena kemampuan neem menjadi pembasmi serangga maka ia digunakan untuk jentik malaria di daerah tropis.

Bagi meraka yang mengutamakan alternatif yang lebih aman daripada pembasmi serangga sintetis berbahaya, neem menawarkan alternatif menarik dengan alasan sebagai berikut:
- Minyak neem adalah pelembab yang luar biasa.
- Minyak neem adalah minyak tumbuhan alami.
- Neem telah digunakan selama berabad-abad secara aman.
- Neem adalah tumbuhan penyembuh yang terkenal karena kandungannya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Pengembangan Neem Pembasmi Serangga
Daerah tropis India merupakan menyeramkan karena nyamuk dan kasus malaria serta penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk lainnya. Ketika kemampuan pembasmi dan anti-serangga neem dikenal oleh para ilmuan, Institut Penelitian Malaria mulai serius meneliti tentang bagaimana yang terbaik menggunakan neem untuk melindungi manusia dari nyamuk. Mereka mulai mencoba mengontrol nyamuk dimana mereka menetaskan telurnya. Para peneliti ini memasukkan bahan mentah ampas biji neem ke dalam air tempat nyamuk menetaskan telurnya dan menunggu apa yang terjadi. Mereka menemukan bahwa cara sederhana secara drastis mengurangi jumlah larva yang akan berkembang menjadi nyamuk. Percobaan lebih jauh menggunakan extrak neem yang lebih murni membuktikan bahwa neem benar-benar menghilangkan kemampuan larva nyamuk untuk berubah menjadi nyamuk dewasa. Ini disempurnakan dengan tidak adanya efek racun pada lingkungan (Boschitz-C., Grunewold, J., 1994); (Nagpal, B.N. Sivastava, A., Sharma, V.P., 1995); (Dhar, R., et al., 1996). Racun ini akan timbul dari penggunaan pestisida sintetis khususnya yang digunakan untuk mengontrol nyamuk.
Penelitian mereka lebih jauh ditujukan untuk menentukan apakah neem efektif dalam mengontrol nyamuk di berbagai sawah (padi) yang banyak airnya di India dan Asia Tenggara. Sawah padi merupakan tempat yang sempurna untuk nyamuk bertelur, disini banyak air. Sawah-sawah biasanya akrab dengan orang desa dimana sumber hidup mereka berupa makanan utama tersedia, dan karena mahal sawah biasanya tidak sempurna dengan insektisida. Para peneliti memilih cara yang paling ekonomis tetapi efektif yaitu dengan menyemprotkan neem keseluruh sawah atau padi. Pupuk yang ditaburkan disawah secara sederhana dilapisi oleh extrak neem. Hasilnya sangat mengejutkan setiap orang yang terlibat. Sejumlah nyamuk terbunuh dan yang lebih mengejutkan, hasil panen dari percobaan ini meningkat secara signifikan. Ternyata, pelapisan neem terhadap pupuk dapat memberikan nutrisi untuk waktu yang lebih lama daripada pupuk yang tidak terlapisi. (Raq, Dr. Ruben, Naga Sampazi, BA, 1995).
Karena hal ini, dan percobaan-percobaan serupa dengan hasil seperti yang diinginkan, neem melapisi pupuk digunakan diseluruh India dan Asia Tenggara untuk sawah padi dan tebu. Neem telah meningkatkan kehidupan masyarakat yang bekerja di sawah dan mereka tergantung pada hasil panennya. Secara praktis sawah akan terbebas dari nyamuk dan jumlah panen perhektar meningkat lebih besar dengan biaya tambahan lebih sedikit. 

Perlindungan Serangga Perorangan
Pengurangan jumlah nyamuk hanya dapat menghabiskan beberapa. Penduduk masih perlu melindungi rumah mereka sendiri dari nyamuk-nyamuk yang selamat. Dari beberapa kali percobaan, para ilmuwan membuktikan bahwa neem sangat efektif untuk mengusir nyamuk dari rumah penduduk desa yang kebanyakan mempunyai jendela atau terbuka. Ketika minyak neem dicampur dengan minyak tanah dalam lampu tempel, nyamuk terusir dari rumah hanya dengan 1% konsentrat. Permukaan lembaran kardus diolesi dengan minyak neem kemudian diletakkan melingkar di sekeliling pemanas kecil bekerja dengan baik dan mengurangi 83% jumlah nyamuk (Sharma, et al. 1993). Kedua cara ini sangat murah dan mudah dilakukan oleh penduduk desa, yang banyak memiliki pohon neem tumbuh disekitar rumahnya.

Eksperimen berikutnya lebih fokus pada perlindungan dari penyakit yang dibawa nyamuk ke tingkat kehidupan manusia. Para peneliti ingin mengetahui apakah neem dapat digunakan sebagai pengusir serangga bagi manusia dengan mengolesikan pada kulit mereka. Untuk percobaan ini para sukarelawan menghabiskan malam mereka diruang terbuka dengan kulit terbuka agar digigit nyamuk. Setengah dari sukarelawan membaluri kulit mereka dengan minyak kelapa dicampur dengan 2% minyak neem. Setengah lagi hanya dibaluri minyak kelapa untuk bertindak sebagai pembanding dalam penelitian. Sukarelawan lainnya dilindungi kelambu siaga dengan senjata vacum untuk menangkap nyamuk yang hinggap pada setiap sukarelawan maka jumlah yang terkumpul dapat dihitung besok paginya. Hasilnya sangat mengejutkan semuannya, mereka yang dibaluri campuran minyak kelapa dan neem secara sempurna bebas dari gigitan nyamuk, sementara grup pembanding menjadi objek gigitan ratusan nyamuk. Penelitian terakhir memperlihatkan bahwa lotion minyak neem juga melindungi dari gigitan lalat gurun sumber dari berbagai penyakit serius, penyakit timur, dan virus demam phlebotomus ( Aharma,1993).

Eksperimen-eksperimen ini telah dapat menguak cara-cara yang baik untuk menghentikan penyebaran malaria, tetapi masih saja dapat menimbulkan dampak buruk bahkan bagi yang tinggal di Amerika serikat. Penelitian diatas membuktikan bahwa serangga penyengat dapat diusir secara efektif dengan produk non-toxic atau alami. Nyamuk merupakan masalah dibanyak daerah terutama pada saat musim panas. Nyamuk benar-benar menggangu dan dapat merusak acara diluar rumah. Mereka dapat juga menularkan penyakit seperti radang otak, penyakit yang dapat membunuh. Namun neem dapat melindungi dari sengatan serangga lain. Saya (John Conrick) telah mendengar secara anekdot bahwa minyak neem dapat mengusir lalat hitam, kutu gurun, dan kutu anjing. Pembuktian eksperimen ini membutuhkan dana yang tidak sedikit dan keinginan dari para peneliti.
Ketika kita pergi keluar rumah, serangga biasanya akan menjadi bagian dari perjalanan ini. Mencegah mereka menyengat dengan kemungkinan tertular penyakit dapat dibasmi secara aman dengan produk yang mengandung minyak neem. Kandungannya dikembangkan selama berjuta tahun oleh pohon neem yang mempersembahkan kealamiahan, aman dan pengamanan efektif dari serangga.
Pengontrol serangga dibuat dari bahan Neem yang sudah populer di seluruh dunia :
1. Insect repellent (Penolak Serangga)
2. Produk-produk insect repellent yang berbasis Neem.
3. Perlindungan Serangga perorangan.
4. Kebersihan Gigi, Sabun dan Kecantikan.
5. Mosquito repellent (Penolak Nyamuk).
6. Perlindungan Terhadap Tempat Penyimpanan.
7. Perlindungan Pada Bahan Tekstil

Neem Untuk Pertanian

Sebagai ilmuwan yang berada di daerah tropis yang berbahaya dan daerah yang aksesibilitasnya sulit, maka terdorong untuk mencari tanaman yang bermanfaat, pohon Neem tumbuh diberbagai daerah: di halaman rumah atau di lingkungan kampus, mulai dari Asia Selatan sampai Afrika. Keanehan Neem baru terungkap setelah beberapa ilmuwan mulai meneliti tentang Neem dan mulai secara intensif meneliti kegunaannya. Ternyata banyak hal yang bisa dikembangkan darinya. Khususnya dalam bidang pertanian ternyata kita temukan banyak hal tentang Neem yang bermanfaat sampai hari ini.


KEGUNAAN NEEM
BEBERAPA SERANGGA YANG DAPAT DIKONTROL
Insektisida
Lebih dari 400 spisies telah dilaporkan, banyak diantaranya dari golongan serangga : Lepidoptera, Coleoptera, Homoptera, Diptera, Heteroptera, Caelofera, Thysanoptera, atau golongan serangga: ulat kupu-kupu, jentik kumbang, serangga penghisap, lalat putih, dan sebagainya.

Nematisida

Spesies endoparasitik  dari Meloidogyne dan Globodera Spesies ektoparasitik dari Hoplolaimus dan Spesies Tylenchorhynchus Semiendoparasitik dari Rotylenchus dan Pratylenchus

Fungisida

Fusarium oxysporum, Rhizoctonia solani, Sclerotium rolfsii, Sclerotinia slerotiorum, Botrytis cinera, Penicillium expansum, Glomerella cingulata, Alternaria alternata, Aspergillus niger, Curvularia lunata, Sphaerotheca fuliginea, Plasmopara vitcula, Diplocarpon rosae, Oidium sp. dan beberapa jenis pathogen.

Moluskisida

Siput air sebagai sumber penyakit yang antara lain Melania scabra (schistosomiasis) Phytophagous lan-snails di rumah kaca dan lahan pertanian.

Akarisida

Tetranychus cinnabarinus, T. urticae, Panonychus citri parasit pada darah yang menyerang binatang.

Bakterisida

Jenis Pathogens tanaman.

Virusida

Virus pada hewan dan tanaman.


Penanganan Hama Terpadu
Bunga dari pohon neem yang dapat menarik lebah madu sehingga dapat dihasilkan madu neem.
Teknik yang terintegrasi ini memberikan dorongan lebih bagi para petani untuk memperoleh kembali hasil dengan lebih cepat selagi mengembangkan sistem berkelanjutan, infrastruktur lingkungan.
1. Pengontrol Hama Tanaman.
2. Nematisida.
3. Fungisida untuk Pertanian.
4. Moluskisida
5. Akarisida.
6. Bakterisida.
7. Virus Tanaman



http://www.indoneem.com/cms5/index.php/tentang-neem/mengapa-neem/manfaat-neem.html

PENGHALAU SERANGGA ORGANIK

Posted: 11 July 2008 by MELOR in baja semburan
Tags:
Penghasilan pengawal serangga perosak tidak semestinya memakai EM / IMO. Ia optional. Bahan penghalau serangga yang paling berkesan adalah daun neem atau semambu, berbanding sirih, serai atau bawang putih yang kuat baunya. Bau-bauan yang kuat ini tidak digemari oleh serangga.
BAHAN-BAHAN:
Daun Neem / mambu (4 bahagian)
Daun serai wangi (1 bahagian)
Bunga selasih (1 bahagian)
PENYEDIAAN:
Kisar halus bahan-bahan dengan alat pengisar / blender
Tambah air sebanyak sekali ganda dari jumlah kisaran ini
Peram bahan selama seminggu
Tapis hampas yang terhasil
Larutan yang terhasil boleh terus disembur pada tanaman selepas melarutkannya dalam air. (Ihsan Encik Wildan Firdaus, Pegawai Pertanian Lenggong)
Tapis dengan sempurna hampas campuran ini kerana keladak-keladaknya boleh menyumbatkan nozzle penyiram. Seperti racun serangga sintetik, serangga perosak cepat kebal dengan satu jenis resepi racun serangga organik sahaja. Maka pengamal organik perlu menggunakan bahan yang berbeza secara berselang-seli, contohnya dengan menggunakan bawang putih, sirih, halia atau serai wangi. Saya akan membincangkan racun kulat pada masa akan datang.

Petikkan ~


. .
~***~LadingEMAS~***~

01 June, 2010

PengKhianat/Penderhaka ~ Si Tanggang atau Malin Kundang

http://id.wikipedia.org/wiki/Portal:Peristiwa_terkini

Malin Kundang

Pada zaman dahulu, di sebuah desa Air Manis, di Kaki Bukit, tinggal
seorang janda dgn seorang putranya yang bernama Malin Kundang.  Dinamakan Malin Kundang, kerana sewaktu kecil anak itu sering

di bawa  oleh ibunya mencari kayu bakar di hutan. Kerana belum pandai
berjalan, maka ibunya membuat gendongan di badannya.  Gelaran ini telah diberikan oleh teman-temanya yang mana Kundang ertinya  gendong, jadi
Malin Kundang bermakna yang di gendong dan ianya kekal hingga dewasa.

Setelah besar Malin Kundang pergi merantau ke negeri Melaka, yang pada
zaman itu menjadi sebuah negeri yang terkenal dan sibuk dengan
perniagaan.  Di Melaka, Malin Kundang menjadi salah seorang calon untuk
menjadi perajurit kerajaan. Melihat kepandaian dan kehebatan silat
Malin Kundang, akhirnya dia diterima menjadi perajurit. Setelah jadi
perajurit kerajaan, Malin Kundang telah banyak mencapai kemenangan
dalam peperangan.

Disitulah Sultan dan orang-orang besar Melaka mulai
tertarik dan bertambah sayang kepada Malin Kundang. Akhirnya Malin
Kundang diangkat menjadi panglima perang.  Setelah dapat pangkat itu,
Malin Kundang dijodohkan dengan puteri diraja, yang juga kebetulan
puteri tunggal.

Setelah berkahwin, Malin Kundang telah membawa isterinya pulang ke kampung halaman.

Setelah berlayar mengharungi samudera yang luas, akhirnya kapal Malin
Kundang merapat di muara, Padang.  Dari mulut ke mulut akhirnya
terdengar oleh ibunya.  Dengan sangat gembira ibunya telah menemui
anaknya di pelabuhan.

Apabila  sampai di perlabuhan ibunya bertanya
“Adakah Malin Kundang nakhoda kapal yang berlabuh ini” Jawab awak kapal
”Benar emak!, dan emak ini siapa?” Lalu wanita
itu  menceritakan  perihal diri dan Malin Kundang.

Selepas itu awak kapal melapor kepada Malin Kundang akan kehadiran emaknya di
perlabuhan  Ketika itu, Malin Kundang sudah melihat dari anjung
kapal,  seorang tua hodoh dan miskin yang ingin menemuinya.

Setelah mengetahui kehadiran wanita itu, maka  Malin Kundang turun berserta
isterinya dengan sikap tidak mahu mengakui wanita tua tersebut sebagai
ibunya kerana malu dengan isteri disisinya sungguhpun ibunya tepat
menceritakan ciri-ciri yang tersembunyi di tubuh anaknya itu.

Tanda nyata yang disebut dan ditunjukkan oleh ibunya ialah ada tahi lalat
sebesar lingkaran wang logam di tubuh Malin Kundang. Mendengar hal itu,
isterinya menyingkap baju Malin Kundang lalu mengesahkan kenyataan
orang tua itu adalah ternyata benar.  Maka isterinya berkata “Kalau
memang itu ibu suamiku, tidak  menjadi masalah bagiku untuk

menerimanya.”

Malangnya Malin Kundang seorang yang keras kepala dan tidak mahu mengakui orang tua tersebut ibunya.  Akhirnya ibunya dicaci, dimaki dan
ditendang; lalu disuruh anak kapalnya mengheret orang tua tersebut ke luar perlabuhan.  Setelah menerima layanan yang begitu dari anaknya,
ibu Malin Kundang dengan hati yang sedih pulang dan berdoa pada Tuhan supaya diberikan azab yang setimpal kepada anaknya.

Sepeninggalan ibunya, Malin Kundang berserta anak kapalnya berangkat pulang ke negeri isterinya.  Dalam perjalanan pulang, kapal Malin
Kundang di timpa ribut taufan yang dahsyat dan Malin Kundang, isterinya
dan anak kapal mati di lautan.  Malin Kundang merasa menyesal dan
bersalah serta melaungkan nama ibunya sehingga badannya menjadi kaku
dengan tidak dapat bergerak lagi kerana badannya telah menjadi batu.

Tidak lama kemudian gelombang besar tiba dan menghempaskan kapal Malin
Kundang ke tepi pantai.  Seluruh tubuh Malin Kundang serta kapalnya,
harta kekayaanya menjadi batu, ini dapat dilihat sehingga sekarang.

Batu Malin Kundang sujud membelakangi arah kiblat,  terletak di
persisiran Pantai Air Manis 15 km dari Kota Padang, Sumatera Barat

DI TENGAH-TENGAH bahagian perut kapal, terdapat batu besar seperti
seorang yang sedang menyembah memohon keampunan.
-----------------------------------------------------------------------

Bagaimanapun cerita Si Tanggang tidak menunjukkan sebarang kesan atau
petanda daripada cerita yang dikisahkan dan ini agak berlainan dengan

Malim Kundang yang kononnya berlaku di pantai Air Manis, kira-kira 7
kilometer dari kota Padang.

Dalam lain perkataan, cerita Malim Kundang walaupun dianggap sebagai
legenda tetapi mempunyai realiti setelah melihat dari ketulan-ketulan
batu yang mempunyai objek sesuai dengan penceritaannya.

Berkunjung ke tempat batu Malim Kundang di pantai Desa Air Manis, kita
akan menemui ketulan batu-batu yang menyerupai objek sebuah kapal yang
telah pecah tersadai di tepi pantai, serta sebatang tiang layar yang
telah patah, gulungan tali dan tongkahan batu seakan-akan tempat menyimpan air.

Paling menggerunkan di tengah-tengah bahagian perut kapal terdapat batu
besar seperti seorang yang sedang menyembah memohon keampunan.

Menurut cerita, Malim Kundang anak tunggal sepasang suami isteri
nelayan di Desa Air Manis. Sebelum lahir, Malim ditinggalkan ayahnya
yang tidak pernah balik ke desanya dan setelah dia dilahirkan terpaksa
dipelihara oleh ibunya dengan keadaan hidup yang penuh penderitaan.

Setelah dewasa Malim meminta keizinan daripada ibunya untuk pergi merantau dengan dibekalkan nasi bungkus daun pisang.

Sejak pemergian itu, ibu Malim tidak pernah mendengar khabar berita
tentang anaknya itu hingga bertahun-tahun lamanya, sehingga usia ibu
itu semakin lanjut dan bongkok dan akhirnya ibu tua itu mendapat berita
daripada nakhoda kapal yang dahulu membawa Malim mengatakan anaknya
telah berkahwin dengan seorang gadis jelita anak seorang bangsawan yang
amat kaya.

Setelah sekian lama menunggu kepulangan Malim, akhirnya pada satu hari
sebuah kapal besar yang cantik belayar menuju ke pantai Desa Air Manis.

Dalam kemeriahan penduduk Desa Air Manis menyambut ketibaan kapal itu,
ternampak seorang anak muda berdiri di anjung kapal, ibu tua percaya anak muda itu adalah anaknya Malim Kundang.

Ibu tua itu memanggil anaknya: ''Anakku Malim, mengapa kau begitu lama tidak memberi khabar berita.''

Tetapi isteri Malim yang jelita telah meludah sambil berkata: ''Wanita
buruk inikah ibumu, mengapa kau membohongi aku?''

Disebabkan terlalu malu kepada isterinya, Malim terus menendang ibunya
sambil berkata: ''Hoi perempuan buruk, ibuku bukan seperti engkau.''

Selepas itu Malim bersama isterinya terus belayar dengan kapalnya
meninggalkan Desa Air Manis dan setelah melihat kapal kenaikan anaknya
semakin jauh di tengah laut, orang tua itu terlalu sedih atas perbuatan anaknya.

Dengan linangan air mata, akhirnya dia menadah tangan ke langit sambil
berseru dengan hati yang amat sedih dan pilu: ''Oh Tuhanku Yang Maha
Kuasa, kalau memang benar dia anakku Malim Kundang, aku sumpah dia menjadi batu.''

Tidak lama kemudian, tiba-tiba datanglah angin kencang dengan ombak besar bergulung-gulung hingga larut malam dan apabila matahari pagi memancar sinarnya, di kaki bukit di pinggir Desa Air Manis ternampak
kepingan kapal yang telah menjadi batu.

Hingga kini batu Malim Kundang di pinggir bukit Desa Air Manis terus menjadi tumpuan pelancong dalam dan luar negara dan untuk sampai ke sana dari kota Padang, kita boleh menaiki bas ataupun teksi.

Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak orang miskin yang
tinggal dengan ibunya. Ayahnya telah lama pergi meninggalkan mereka
merantau ke negeri seberang tanpa ada kabar. Sehingga pada akhirnya,
ibunya lah yang mencari nafkah untuk mencukupi kebutu*an sehari-hari.

Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering
mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin
sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka
terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.

Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah
untuk membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar
dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.

Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak
pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras
sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan
menumpang kapal seorang saudagar.Selama berada di kapal, Malin Kundang
banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di
serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada
di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan
orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin
Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang
tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal
yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang
tersisa, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari
pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur.

Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan
berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal
dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah
menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah
sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa
bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu,
ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin
pulang ke kampung halamannya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran
disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang
melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang
sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang
berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.

Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat
belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa
yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa
kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk

Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan
kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui
bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya.

Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat
marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena
kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menyumpah anaknya "Oh Tuhan,
kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu".

Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di
tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama pantai Aia Manih, di selatan kota Padang, Sumatera Barat

Lagenda Malim Kundang popularkan kota Padang

Pokok yg digunakan daunnya, oleh ibu Malin Kundang, membungkus makanan utk dibawa berjumpa anaknya dihari anaknya disumpah.


DI TENGAH-TENGAH bahagian perut kapal, terdapat batu besar seperti
seorang yang sedang menyembah memohon keampunan.

Bagaimanapun cerita Si Tanggang tidak menunjukkan sebarang kesan atau
petanda daripada cerita yang dikisahkan dan ini agak berlainan dengan

Malim Kundang yang kononnya berlaku di pantai Air Manis, kira-kira 7 kilometer dari kota Padang.

Dalam lain perkataan, cerita Malim Kundang walaupun dianggap sebagai
legenda tetapi mempunyai realiti setelah melihat dari ketulan-ketulan batu yang mempunyai objek sesuai dengan penceritaannya.

Berkunjung ke tempat batu Malim Kundang di pantai Desa Air Manis, kita
akan menemui ketulan batu-batu yang menyerupai objek sebuah kapal yang
telah pecah tersadai di tepi pantai, serta sebatang tiang layar yang
telah patah, gulungan tali dan tongkahan batu seakan-akan tempat menyimpan air.

Paling menggerunkan di tengah-tengah bahagian perut kapal terdapat batu
besar seperti seorang yang sedang menyembah memohon keampunan.

Menurut cerita, Malim Kundang anak tunggal sepasang suami isteri nelayan di Desa Air Manis. Sebelum lahir, Malim ditinggalkan ayahnya yang tidak pernah balik ke desanya dan setelah dia dilahirkan terpaksa
dipelihara oleh ibunya dengan keadaan hidup yang penuh penderitaan.

Setelah dewasa Malim meminta keizinan daripada ibunya untuk pergi merantau dengan dibekalkan nasi bungkus daun pisang.

Sejak pemergian itu, ibu Malim tidak pernah mendengar khabar berita
tentang anaknya itu hingga bertahun-tahun lamanya, sehingga usia ibu
itu semakin lanjut dan bongkok dan akhirnya ibu tua itu mendapat berita
daripada nakhoda kapal yang dahulu membawa Malim mengatakan anaknya
telah berkahwin dengan seorang gadis jelita anak seorang bangsawan yang amat kaya.

Setelah sekian lama menunggu kepulangan Malim, akhirnya pada satu hari sebuah kapal besar yang cantik belayar menuju ke pantai Desa Air Manis.

Dalam kemeriahan penduduk Desa Air Manis menyambut ketibaan kapal itu, ternampak seorang anak muda berdiri di anjung kapal, ibu tua percaya anak muda itu adalah anaknya Malim Kundang.

Ibu tua itu memanggil anaknya: ''Anakku Malim, mengapa kau begitu lama
tidak memberi khabar berita.''

Tetapi isteri Malim yang jelita telah meludah sambil berkata: ''Wanita buruk inikah ibumu, mengapa kau membohongi aku?''

Disebabkan terlalu malu kepada isterinya, Malim terus menendang ibunya sambil berkata: ''Hoi perempuan buruk, ibuku bukan seperti engkau.''

Selepas itu Malim bersama isterinya terus belayar dengan kapalnya
meninggalkan Desa Air Manis dan setelah melihat kapal kenaikan anaknya semakin jauh di tengah laut, orang tua itu terlalu sedih atas perbuatan anaknya.

Dengan linangan air mata, akhirnya dia menadah tangan ke langit sambil berseru dengan hati yang amat sedih dan pilu: ''Oh Tuhanku Yang Maha Kuasa, kalau memang benar dia anakku Malim Kundang, aku sumpah dia
menjadi batu.''

Tidak lama kemudian, tiba-tiba datanglah angin kencang dengan ombak besar bergulung-gulung hingga larut malam dan apabila matahari pagi memancar sinarnya, di kaki bukit di pinggir Desa Air Manis ternampak
kepingan kapal yang telah menjadi batu.

Hingga kini batu Malim Kundang di pinggir bukit Desa Air Manis terus menjadi tumpuan pelancong dalam dan luar negara dan untuk sampai ke sana dari kota Padang, kita boleh menaiki bas ataupun teksi.



Misteri: Malin Kundang

Sejarah atau mitos

PADA zaman dahulu di sebuah perkampungan di Padang, Sumatera Barat ada
seorang ibu tunggal mempunyai seorang anak lelaki. Kehidupan yang miskin memaksa ibu terbabit melakukan pelbagai pekerjaan untuk mencari rezeki termasuk mengambil upah mencuci baju dan menjual kayu api.

Ibu terbabit akan membawa anak lelakinya itu ke mana saja termasuk
ketika bekerja. Anaknya yang bernama Malim itu akan dikendong. Oleh
kerana Malim sering dikendong, dia kemudian digelar penduduk kampung sebagai Malim Kundang. Kundang ertinya kendong.

Mengikut ceritanya, sebaik saja remaja, Malim Kundang keluar merantau sehingga tiba di Semenanjung Tanah Melayu. Dia kemudian memohon bekerja sebagai perajurit dengan seorang raja di sebuah negeri. Kecekapan, ketangkasan dan kehandalannya membolehkan dia diangkat menjadi panglima
perang. Bagaimanapun, sejak merantau Malim Kundang tidak pernah pulang ke kampung untuk melihat ibunya yang semakin tua.

Dalam diam, kehandalan dan ketampanannya menarik minat puteri raja.
Seperti orang mengantuk disorong batal, Malim Kundang membalas cinta puteri raja itu dan selepas beberapa lama menjalin hubungan, mereka yang mendapat restu raja akhirnya berkahwin.

Selepas beberapa lama berumah tangga, puteri raja mengajak Malim
Kundang belayar. Dalam pelayaran itu, tanpa disangka-sangka kapal Malim Kundang berlabuh di satu tempat yang berhampiran dengan kampung asalnya. Berita itu sampai ke telinga ibu Malim Kundang.

Alangkah bangganya seorang ibu apabila mendapat tahu anaknya pulang.

Kepulangannya yang memang dinantikan sejak sekian lama itu pula bersama isteri cantik, nama terbilang dan kekayaan.

Yang menghairankan walaupun kapal Malim Kundang sudah lama berlabuh, dia tidak berkunjung ke rumah ibunya. Sememangnya penantian itu satu penyeksaan, ibu Malim Kundang menyunsul kekapalnya dan mengakui bahawa lelaki itu adalah anak kandungnya kerana air susunya terpancut ke mulutnya.

Pengakuan wanita tua lagi daif itu membuatkan Malim Kundang amat marah.

Dia tidak mahu mengaku wanita itu ibunya kerana berasa malu melihat kedaifannya. Dia menghardik, mencaci dan menendang ibunya.

Ibunya terlalu sedih diperlakukan seperti itu. Ibunya terus membawa diri. Oleh kerana begitu terharu, ibunya berdoa kepada Tuhan supaya memberi pembalasan kepada anaknya yang durhaka itu.

Tuhan menurunkan angin, ribut, guruh dan petir sehingga kapal Malim Kundang pecah sebelum menjadi batu. Malim Kundang yang ketika itu sedang sujud memohon keampunan daripada ibunya turut menjadi batu.

Demikian pembalasan anak yang durhaka. Sebuah kisah yang amat menyayat hati, menjadi pengajaran dan pendidikan kepada anak-anak bangsa kita.

Bagaimanapun, adakah cerita yang disampaikan secara lisan dari satu generasi ke satu generasi itu berdasarkan cerita benar? Jika benar adakah artifak kapal pecah yang menjadi batu di pantai Air Manis,

Sumbar, kira-kira 20 kilometer dari Padang, yang kini masih wujud menjadi buktinya?

Yang pasti, pengunjung yang melawat kapal Malim Kundang, pastinya kagum dan terpegun melihat sekian banyak artifak perkakas kapal yang berselerak di situ seperti lingkaran tali kapal, tempayan, bongkah
kayu, sauh kapal, tiang layar dan separuh daripada dinding kapal layar, begitu asli yang semuanya menjadi batu.

Paling mengusik hati terdapat artifak seorang manusia sedang sujud seperti memohon keampunan. Dipercayai artifak itu adalah Malim Kundang yang mana tubuh, kaki dan kepalanya jelas memperlihatkan seorang lelaki
sedang sujud seolah-olah memohon keampunan.

Di situ juga terdapat sebuah memorial yang menggambarkan seorang ibu memohon kasih daripada anaknya. Ukiran pada memorial begitu realistik, sebagai penghayatan kepada pelancong terutama anak muda agar menginsafi tragedi yang berlaku antara seorang ibu yang daif dengan anaknya yang kaya raya dan berpangkat besar.

Yang pasti mereka yang datang ke pantai Air Manis akan pulang dengan seribu kenangan. Mereka akan terus tertanya-tanya apakah peristiwa

Malim Kundang bersama kapalnya menjadi batu benar-benar berlaku? atau artifak itu adalah hasil kreatif pengukir yang ingin menggambarkan cerita itu sebagai sesuatu yang asli dan benar-benar berlaku.


LailaTempawan[Versi Brunei]

A long time ago, there was a rich merchant named Nakhoda Manis. His

father passed away when he was young and he inherited a large pool of

wealth. Nakhoda Manis lived with his mother, Dang Ambon in a water
village in Brunei Darussalam. They lived happily as the properties they
had was enough to sustain them. 

One day, Nakhoda Manis decided to travel and to trade in Sulok, a commercial city. On the day he left the water village, his mother cried and urged him to take good care of himself and to come back as soon as
his business was completed. Years passed but Dang Ambon did not hear any news of her son. She became very sad. Constantly she prayed to Allah for the health and safety of her son and she even donated money
to orphans and did charity. Eventually her remaining wealth was gone and she became a very poor lady in the water village.

Many years later, there was news that her son's ship was going to anchor in the River of Brunei. Dang Ambon was elated; she could not wait to see her son again! She used a small old boat to reach the ship
as it anchored and called out to her son, “My dear son! How I missed you when you were gone!”

Nakhoda Manis had built a great career and had won the hand of a beautiful lady in his years in Sulok. When he heard the voice of his mother, he was very happy and he wanted to introduce his mother to his wife. Before he could do so, his wife shouted angrily, "Who is this dirty, old woman in that boat? Tell her to go away, quick!" Nakhoda Manis felt embarrassed. “Tell the old woman that I’m not her son. My mother is young and rich,” said Nakhoda Manis. Dang Ambon was chased away by the crew from the ship.

She did not give up and continued shouting, "I am your mother, Nakhoda Manis. I am your lovely mother.... I missed you so much, son, come back to me...," Nakhoda Manis was even more embarrassed. He commanded all his crew members to push the old boat away. Dang Ambon was heart-broken.

The sky suddenly turned dark and the wind became strong. Thunder struck

Nakhoda Manis's ship and everyone in the ship went into a state of panic. A storm came and the waves became very aggressive. His ship began to sink and the shouts of Nakhoda Manis and his crew was soon
covered by the raging storm. The ship finally sank.

When everything was calm again, the people saw a huge rock in the middle of the sea. The ship and its entire crew had turned into a huge rock because of Nakhoda Manis’ lack of filial piety. That is how the stone, "Jong Batu" came into existence in Brunei Darussalam.

Sya percaya ini BUKAN CARVING... saper yg nak ukir macam ni...

My nenek & relatives yg pegi semua kata real.
Dgn tiang layarnya yg terdampar, kain layar jadi batu..

Tong-tong drum... tali kapal berlilit-lilit, berpintal-pintal...
Pulak tu... area yg dia cover besar jugaklah kat pantai Ayer Manis.


dulu ada satu artikel dlm BERITA HARIAN (BUKAN artikel terbaru "Malim Kundang: 16hb November 2006 ni)

Aritikel yg lama sekitar tahun 1985,
ada photo yg real.

"Malim Kundang  ... [/quote]

Memang benar tak nampak real berbanding dgn yang dulu coz pihak
pemerintah telah menyimen semula semua objek2 utk tujuan supaya
melindungi & memelihara objek2 itu dari hakisan tambahan pula ianya
terletak berhampiran pantai & tak mustahil menurut kata penduduk
tempatan ianya akan lenyap dalam jangkamasa 10 tahun akan datang jika
tidak di pelihara dgn baik.

Aku ada bagi cadangan supaya membina tembok
bagi menghalang pukulan ombak tapi depa kata pihak pemerintah
kekurangan dana yang menyebabkan usaha tu terhalang & tak dapat di
laksanakan. Kalau dulu pelancong boleh memasuki bilik2 yang terdapat di
bawah kapal tapi sekarang tak lagi boleh coz ianya dah terbenam 10
meter ke bawah tanah akibat dari di seliputi pasir & tanah yang di bawa oleh ombak.


Malin Kundang adalah cerita tradisional yang berasal dari provinsi

Sumatra Barat, Indonesia.

Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak orang miskin yang
tinggal dengan ibunya. Ayahnya telah lama pergi meninggalkan mereka
merantau ke negeri seberang tanpa ada kabar. Sehingga pada akhirnya,
ibunya lah yang mencari nafkah untuk mencukupi kebutu*an sehari-hari.

Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering
mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin
sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka
terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.

Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah
untuk membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar
dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.

Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak
pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras
sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan
menumpang kapal seorang saudagar.Selama berada di kapal, Malin Kundang
banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang tersisa, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari
pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur.

Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah
menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu,
ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.

Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya.

Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menyumpah anaknya "Oh Tuhan,
kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu".

Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan
lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama Pantai Aia Manih[Pantai Air Manis], di selatan kota Padang, Sumatera Barat

http://id.wikipedia.org/wiki/Portal:Peristiwa_terkini
Ringkasan cerita

Perhatian: Bagian di bawah ini mungkin akan menunjukan isi cerita yang
penting atau akhir kisahnya.

Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering
mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin
sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka
terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.

Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah
untuk membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar
dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.

Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak
pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras
sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan
menumpang kapal seorang saudagar.Selama berada di kapal, Malin Kundang
banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin

Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal
yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang
tersisa, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari
pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur.

Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan
berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal
dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah
menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk
menjadi istrinya.

Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah
sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa
bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu,
ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin
pulang ke kampung halamannya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran
disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang
melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang
sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang
berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.

Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat
belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa
yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa
kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk
Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan
kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui
bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini
diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya.

Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat
marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena
kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menyumpah anaknya "Oh Tuhan,
kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu".

Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di
tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin
Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan
lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Sampai
saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai
bernama pantai Aia Manih, di selatan kota Padang, Sumatera Barat.

[sunting] Adaptasi

Karena kepopulerannya kisah Malin Kundang berkali-kali diolah dalam
berbagai bentuk, baik cerpen, drama, dan sinetron. Karya-karya adaptasi ini sangat beragam.

[sunting] Cerpen

Cerpen berjudul Malin Kundang, Ibunya Durhaka karya A. A. Navis
menceritakan Malin Kundang yang pulang kampung setelah berhasil di
rantau menemukan kampungnya sudah jadi tanah tandus. Istrinya kesal dan
merasa ditipu karena selama ini Malin Kundang sering bercerita tentang
kemegahan kampungnya. Di pelabuhan Malin Kundang menemukan seorang
perempuan renta yang diiringi seorang lelaki. Malin Kundang mengenali
perempuan itu sebagai ibunya. Ia lalu bertanya siapa lelaki tersebut.

Ibunya menjawab lelaki itu yang satu-satunya mau menemaninya karena
dijanjikan bagian harta bila Malin Kundang datang. Malin Kundang marah
lalu berkata: "Engkau perempuan laknat. Kalau benar kau ibuku, aku
kutuk diriku menjadi batu. Biar semua orang tahu, Malin Kundang lahir
dari perut yang keliru."




Lading_Emas

31 May, 2010

Sahabat Syaitan ... Pembaziran!!!

Every Human Must See These Photos







BALANCE FOOD DUMPED ON THE SOIL AFTER THE PARTY

ONE PART OF THE WORLD WASTING THE FOOD



ANOTHER PART OF THE WORLD DOESN'T HAVE FOOD TO RUN THEIR LIFE


 

DON'T waste FOOD any more........ ......... ......
DON'T waste FOOD any more,
DONATE to the needy
!!!


There´s a place in your heart
And I know that it is love
And this place could
Be much brighter than tomorrow
And if you really try
You´ll find there´s no need to cry
In this place you´ll feel
There´s no hurt or sorrow

There are ways
To get there
If you care enough
For the living
Make a little space
Make a better place

Heal the world
Make it a better place
For you and for me
And the entire human race
There are people dying
If you care enough
For the living
Make a better place
For you and for me

Let this be remembered... each time we throw away food!

McDonald throws away food to keep freshness of their food and
these people don't have anything!

People who live in rich countries don't know this, don't want to know
this, and never understand this!

but you... please you.. understand this ..................................
PLS FORWARD THIS NEWS TO AT LEAST ONE OF
YOUR FRIEND


























Lading_Emas
~*~ Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... ~*~